Wednesday, November 22, 2017

1.20 am 22/11/17

Detik ini aku paham.
Kamu adalah apa yang kamu baca.
Kamu adalah apa yang kamu temui.

Dan itu alasan manusia berubah.

(Dan jika engkau sadar, apa yang aku tulis dan katakan itu adalah tentang apa yang aku baca.)

Friday, October 27, 2017

9:45 pm

Kadang kita merasa terjebak diantara takdir-takdir yang tidak pernah kita inginkan.
Namun, disetiap langkah perjalanan yang begitu berat kita pasti akan saling menemukan, mengerti, dan akhirnya memahami.
Langkah-langkah berat itu akan jadi kisah luar biasa ketika kita menyadari semua rahasia dibalik itu semua.

Life must go on.

Mengutip perkataan seorang teman. "Allah itu Maha Penyayang. Allah itu mengerti kapasitas setiap makhluknya. Setiap hal di dunia ini datang bukan tanpa alasan. Setiap darinya punya tempat tersendiri di hati dan ingatan kita. Dan ingat juga janji Allah, 'Bersama kesulitan pasti ada kemudahan'. Allah tidak mengatakan setelah kesulitan, tetapi bersamaan."

Dan untuk semua tokoh yang datang dan pergi bukan tanpa alasan, terimakasih atas semua kisah penuh pelajarannya.

Lantas, apalagi yang hendak kita permasalahkan?

Wednesday, August 23, 2017

#3. Mom

Today, 65days after you left us.
I miss you.

Kemaren adek mimpi mamak. :")
Kerasa banget, ketika biasanya selalu ada mamak yang bisa jadi tempat penyelesaian semua masalah.

Ketika semua orang sibuk dengan urusan mereka sendiri, mamak always there.
Gak pernah bilang ngga buat semua cerita putri.

I miss you, my everlasting actor.

Saturday, August 12, 2017

#2. Mom

Kamis, 12 Agustus 1999.
Selamat ulang tahun yang ke 34 mak.
Ketika aku jadi kadonya, mamak senang atau sebaliknya?
Bagaimana rasanya mempertaruhkan hidupmati demi anak nakal sepertiku di hari ulang tahunmu?
Kata bapak saat itu mamak sakit kan?
Maaf. Untuk pertama kalinya, mamak harus mengerti rasanya hipertensi.
Mak..
18 tahun yang lalu.
For the first time in this jungle, Putri tau satu hal, ada seseorang yang selalu mencintai tanpa syarat apapun.
Terimakasih dan maaf untuk semua harinya.
I love you
Sincerely yours,
Putri
Today, 12 Aug 2017.
54 after you are there.
Sejujurnya,
Detik ini,
I wanna hug you.
I wanna say "happy birthday my lovely mom. Panjang umur, sehat selalu."
I wanna mintak traktir makanmakan di luar.
Tapi,
Aku tau,
Aku tetap bisa memelukmu, tetap bisa menjagamu, tetap bisa bercerita denganmu. Lewat doa.
See you in jannah, Mom.
Jangan kangen, Putri masih nakal. 
Selamat ulang tahun untukku.
Selamat ulang tahun untukmu.
Selamat ulang tahun untuk kita.
I miss you so much.

Wednesday, July 12, 2017

#1. Mom

23 hari semenjak Mamak ga ada lagi.
I lose my best listener. I lose my best hug. I lose my best supporter. Dan aku kehilangan salah satu alasanku jadi dokter.
Mak, hari ini setidaknya aku sedikit lebih tenang dari sebelumnya. Meskipun rindu tetap saja jadi benalu.
Hari ini hari ke 4 Putri dirumah setelah kemarin di Padang. Kangen banget mamak yang selalu ada paling depan kalau Putri baru pulang dari mana pun. Kangen banget sama wajah excited mamak buat dengerin cerita Putri dari tempat lain. Rumah sepi banget mak. Merasi sepi. Pasti disana rame banget ya mak?
Kemarin pertama sampai di Linggau, bapak yang jemput Putri. Putri tau bapak udah berusaha keras buat bikin Putri bahagia disini, buat yakinin Putri kalo semua bakalan baik-baik aja. Putri tau.
Kata orang, jangan berlarut-larut dalam kesedihan. Putri tau. Putri paham. Tapi... ah...
Mamak gabisa bertahan di bumi lebih lama lagi ya?
Malem sebelum mamak ga ada kan Putri dah janji sama mamak, mamak bakalan lihat Putri wisuda, bakal lihat anak mamak pakai sneli, Putri bakalan usaha tamat secepetnya.
Tapi baru juga 6 hari Putri diterima pendidikan mamak udah nyerah..
Mak...
Putri kangen..
Putri rindu..
Makasih ya mak..
Maaf...
Mak...
See you yaa...
Putri gak tau seberapa lama lagi kita ketemu. Tapi Putri beneran mau kita bareng-bareng lagi.
Mak.
You always be my superhero, no one can replace you.
I love you everyday
Sincerely,
your daughter
your best friend
your bad listener
your future doctor

Tuesday, June 13, 2017

Akhirnya. Lolos!

Dan seperti janjiku beberapa hari yang lalu. Hari ini, 13 Juni 2017 aku jadi maba PENDIDIKAN DOKTER. Bahagianyaa.
Semua pengorbanan terbayar lunas tanpa dicicil 
It will make a short but long story wkwk.
Jadi gini, sampe kelas 2 SMA cita-citaku ngambaaaang banget. Sampe akhirnya begitu masuk kelas 3 dan mulai bimbel, mulai lah dihati pengen jadi dokter. The reason is : my ortu are old. Percayalah, aku mungkin lahir di keluarga yg terdidik tapi mereka kurang perhatian dengan kesehatan, it mean harus ada salah satu dari aku dan mbak2 ku yg jadi orang kesehatan. Setelah ngomong sama bapak, awalnya mereka gak setuju. Sampai akhirnya makin hari aku bisa yakinin kalo aku bisa.
Mulailah aku belajar buku SBM dari abis lebaran tahun 2016. Ya meskipun banyak bolongnya. Terus di bimbel jg intensif SBM. Dilanjutin doa. Terus dikamar aku pasang tulisan gede-gede banget. DOKTER. Meskipun awalnya itu sempet bikin aku agak frustasi juga, tapi kata bulekku (adik dari bapak) gapapa, itu bagian dari doa kita. Dan pokoknya banyak banget hal-hal berbau kedokteran di kamarku. Rasanya kacau haha.
Semester dua, udah makin deket, aku makin gebu. Rasanya semua orang udah tau kalau aku mau jadi dokter, jadi aku harus buktiin ke mereka kalau aku bisa. Percayalah, semakin banyak orang yang coba jatuhin kamu, kamu nurut aja, kaya bola. Tapi jadilah bola yang paling tinggi mantulnya, percayalah itu penting!
Pertama SNM. Jangan tanya SNM aku ambil apa. Udah pasti FK. Parah bangetnya adalah aku cuma ambil satu pilihan doang. Pendidikan dokter - Universitas Lampung. Pede amat wkwk. Dan tanggal 26 April kemarin, aku dibikin patah hati se patah-patahnya. Huh. Ketika ngeliat temen sekelas dibimbelan dua orang lulus itu rasanya. Huaaaaaa. Nangis semaleman.
Nah paginya, dari GO ada seminar motivasi untuk anak-anak #timlolosSBMPTN. Rasanya tuh kek ngerecharge battery kita yg udah abis banget. Alhasil pulangnya aku langsung mulai lagi belajar. Belajar malem-malem ditemeni kegalauan karena gak lulus. Nangis takut dikecewakan PTN lagi. Campur aduk pokoknya. Tapi balik lagi, bola yang dijatuhkan WAJIB melambung lebih tinggi lagi. Sampai akhirnya hari H SBM dateng. Aku tes panlok di Bengkulu, pagi-pagi sekali sarapan susu dan nasi goreng abis itu langsung cus ke lokasi. Pas ngerjain ya gimana ya, tetep aja galau karena banyak yang gangerti, tapi Alhamdulillahnya aku ngerasa banget kalo dibanding beberapa kali TO sebelumnya ini udah mendingan. Optimis banget pokoknya.
Ramadhan pun tiba, galauuuu. Semakin dekat sama pengumuman makin galauuuu.. Kayak yang udah aku ceritain di postingan sebelumnya, kalau aku gak lulus aku gak bakal kuliah tahun ini. Jleb banget kan.
Oh iya, selain belajarku, aku juga ngisi hari-hari ku sama ibadah-ibadah sunnah kayak sholat dhuha, tahajjud, puasa daud, sodaqoh, sholat hajat, dan tilawah.
Percayalah, cuma ketika kita melibatkan Allah hati akan damaai.
Yang terrrrr penting. Restu dari orang tua, support dari mereka itu pentinggg. Penting banget. Karena gimana pun, merekalah yang akan selalu ada.
Sampai akhirnya, jam 2 teng. Aku masih pakai mukenah abis sholat hajat, pasang muka was-was, takut dikecewakan lagi. Berkali-kali gagal log in karena server down. Galau. Gak bisa-bisa masuk. Sampai akhirnya jam 14.08 guru bimbel ku chat  : selamat, anda lolos.
Dan dia kirim screen shot ke telegram ku. Aku langsung nangis. Nangis parah banget, mamak dan Mbak Tini yang kerja dirumah juga ikut nangis. Aku sujud syukur, gangerti gimana caranya berhenti nangis. Aku bersyukur, aku bahagia, aku gak bisa ngomong apa-apa. Gantian mamak, bapak, mbak tini meluk aku. Mereka cium aku. Bahagianya. Aku langsung kabarin mbakku yang nan jauh di Manokwari. Dan mereka langsung nelpon. Pokoknya best feeling ever deh.
Pokoknya, buat kamu yang masih gagal, adik-adik kelas, dan kamu-kamu yang belum nemuin jurusan yang diinginkan. Percayalah, semua akan indah pada waktunya, semua doa yang ada di langit itu pasti didengar. jangan bosan berharap, Allah tau kamu mau, Allah ngerti kamu pengen, tapi Allah lebih paham apa yang kamu butuhkan...
From :
Bener-bener calon dokter
I'm maba Medical Student Universitas Andalas 2017
With love

Monday, June 5, 2017

Ramadhan 9th : GLASSES

Sebelumnya maafkan bahasaku malam ini yg kacau balau yaa. 
Hari ini aku mau cerita sedikit tentang terawihku hari ini. Jadi, malem ini seperti biasa aku selalu menempati saf paling depan dan paling kiri. Ndilalahnya hari ini didepanku ruame banget anak kecil. Dan seperti biasa juga aku selalu tarok kacamataku di hijab pembatas shaf laki2 dan perempuan. Karena hari ini anak-anaknya syuper aktip syekaleh jadi aku nitiplah kacamataku ke salahsatu anak yang udah SD kelas 1, namanya Ezi. Dan dia langsung ngangguk2 sambil senyum pertanda OKE.
Sampailah di rakaat ke 6. Ezi yang sebelumnya sholat dengan baik (karena emang dia anak SDIT) tiba2 mulai gak khusyuk karena sadar kacamataku ngga ada ditempatnya. Mulailah dia berdiri, duduk, ngusel2 semua tempat, memarahi adiknya yg dari tadi mainan hijab pembatas. Mulai pasang muka khawatir kena marah. Dan (Maaf Ya Allah) sholatku jadi gak khusyuk. Aku yang baru sadar gerakkannya mulai ngelirik2 ke arah dia. Sampai akhirnya salam.
"Dek nggoleki opo?" Kataku.
"Kacamata mbak putri dimana?" Katanya.
"Ini udah mbak tarok dibaju takut dipake mainan adekmu sama yg lain."
Dan akhirnya dia pun narik nafas panjang banget terus ngangguk2 tanda ngerti. Dan aku cekakakan.
Disitulah aku selalu kagum pada mereka yg ditakdirkan lahir pertama atau jadi kakak. Mereka selalu bisa memikul tanggung jawab yang lebih baik dari pada adik2nya. Masha Allah.
Tetep rajin ibadah ya dek, hafalannya semoga makin lancar dan makin banyak, semoga kakak sama adek bisa jadi orang yang berguna bagi semua orang. Amiin.

Sunday, May 21, 2017

Tidak Untuk Dibaca

Good (mid) saturday night.
long time no see.
Sejujurnya aku udah banyak banget post yg gagal ke publish selama rentang satu tahun ini. Sometimes I felt like "Ga ke kanak-kanakan banget ya kalo gue tetep ngepublish postingan yang nyampah terus kek gini?" But, Who will care?

Let's start this raincarnation with my 'Curhat Publik'.

Today I still 17y.o
Sudah 19 hari setelah saya secara resmi 'tidak lagi dianggap ada' oleh SMA tercinta. Perjalanan putih abu-abu ku selesai! Ah, so fast. Rasanya masih kemarin aku bikin blog ini dengan masih numpang online di warnet pulang les pas masih SMP. Haha. Ini waktu belajar lari dimana sih cepet amat? Haha. Dan malam ini, aku mau ceritain perjalananku selama 3tahun ngerasain putih abu-abu. Sebelum semua memori itu menguap dan
semakin sulit buat di gapai lagi.

3 tahun lalu, tanggal 8 Mei 2014 akhirnya UN SMP selesai dilalui. Aku yang dari SD ngotot banget pengen sekolah di luar SUMSEL harus bisa nerima kenyataan kalau aku emang ditakdirkan tetap tinggal di rumah tercintaku ini, setidaknya sampai bulan ini saja. Dan kekecewan ini baru aku rubah menjadi rasa syukur setelah aku benar-benar merasa kalimat 'HOME SWEET HOME' itu bak mantra. 

Sejujurnya aku bukan anak pintar yang bener-bener pintar. Bahkan sampai detik ini aku masih belum mengerti alasan mengapa aku harus benar-benar belajar. Sejak SD, aku masih jadi anak yang gak suka belajar, I'll do when I want to do. Tapi alhamdulillah nilai ngga pernah parah-parah banget, meskipun akhirnya aku menyesal. 12 tahun sekolah males-malesan dan endingnya gue ngerasa gue gak dapetin apa-apa. Masih banyak banget ilmu yang cuma numpang lewat gak membekas. Dan, kalau ada adek-adek yang dengan kurang kerjaan sempet baca ini, berubahlahhhhh. Sebelum nyeselnya telat kayak aku...

KELAS 1

Alhamdulillah aku masuk SMA tanpa tes, jadi saat temen-temen masih sibuk-sibuk macem-macem aku tinggal daftar ulang. Singkatnya