Monday, January 25, 2016

Berjuang

Dan untuk seseorang yang baru saja berkata..
"yang penting kan di coba dulu, kalau lu udah nyoba dan ternyata susah berarti lu ga lagi beneran berjuang."

Karena sepertinya berjuang tak sesederhana teorimu, tuan. Bahkan boleh jadi tak sebercanda obrolan kita. Haha. Tak perlu terlalu serius untuk

Friday, January 22, 2016

Percuma?

Maaf, malam ini aku jadi pecundang lagi.
Iya, lagi-lagi aku hanya berani mengutukimu dari kamarku.
Membenci tiap huruf yang tertera di chat room kita.
Dan untuk kesekian kalinya aku menangisimu dengan percuma.
Benar kan? Semuanya hanya akan jadi sesuatu yang sia-sia.

Haha, berani apa aku jika sudah berurusan dengan namamu.
Sebab sepertinya semenjak aku benci segala hal tentang rindu,
kau malah semakin sering menguasai semua masalah yang ada.
Dan sekali lagi, seperti yang kau tau, ini semua akan jadi hal sederhana yang percuma. Iya, percuma.

Good night.
Putri

Percayalah, itu AKU..


~

1...2...3..

 
  

-Someday (OST A Little Thing Called Love)

Thursday, January 14, 2016

Love Story?

Sekarang aku duduk di kelas XI SMA, masih dengan suasana yang sama. Aku masih satu kelas dengan makhluk-makhluk yang sama. Meskipun ada beberapa yang baru, bagiku itu tidak terlalu memberikan dampak bagiku. Masa SMA yang membosankan menyenangkan.
Sudah dua minggu ini semester dua dimulai, ada satu materi pelajaran yang bagiku sedikit aneh. Bagaimana tidak, materi ini dimulai dengan curhatnya si guru tentang kisahnya dengan suaminya yang sebelumnya LDR as know as Long Distance Relationship atau cinta jarak jauh yang berhasil dia jalani tujuh tahun, dengan perbedaan usia yang lumayan jauh. Dan ternyata materi pertama di tahun baru ini adalah “EXPRESSING LOVE”. Ya, itu materi pelajaran Bahasa Inggris. Awalnya aku hanya berfikir sederhana, ah palingan materine mentok neng ngungkapne cinta neng keluarga, nek ora yo adoh-adoh e kisah romeo juliet (ah mungkin paling mentok materinya mengungkapkan cinta ke keluarga, kalau tidak ya paling jauh tentang kisah romeo-juliet). Tapi diluar dugaan, it’s the real ‘ngungkapin cinta’ guys!
Dihari pertama kami sekelas ngotot untuk melewatkan pelajaran ini dengan alasan sederhana ‘kami udah pinter mam materi ini’. Bagaimana tidak, dibuku isinya mengungkapkan cinta, merespon ungkapan cinta, dan paragraf naratif ataupun dialog tentang cinta. Malah teman sekelasku ada yang sudah puluhan kali naksir, pedekate-an, pacaran, patah hati dan mulai naksir orang lain lagi. Haha, bagiku ini materi yang sedikit absurd sih ya.
Dan pada pertemuan kedua, guru itu memberi tugas menulis love story. It’s mean that we must write a love story. Real love story? Awalnya seperti itu, tapi berhubung kami hidup pada zaman dimana kamus dan otak kalah dengan googling, jadi mayoritas dari kami hanya copy-paste. Kebanyakan sih bukan hanya tidak bisa mengarang bebas tentang kisah cinta nya di zaman putih abu-abu atau putih biru, tetapi rasanya aneh saja membuat cerita cinta dan harus di bacakan di depan kelas. Kami belum siap curhat massal untuk masalah ini, terutama beberapa makhluk di dunia ini memilih untuk menjadi pengagum rahasia saja, mengertilah…
Alhasil di hari presentasi (eh apa ya namanya?) terbongkarlah bahwa sebenarnya masih ada makhluk di kelas yang dengan santainya bercerita tentang kisahnya. Dan ada satu orang yang menceritakan tentang ‘first date nya’. Ini bocah berani amat batin ku. Bagaimana tidak, semua kejadian diungkapkan, it’s crazy right? Saat itu aku hanya diam, berkata seenaknya saja “ah, kalu aku mah daripada curhat depan umum pas SMA, mendingan ntar cerita ke anak-anakku gimana love story dari bokap nyokapnya”. Dan teman sebangkuku menjawab seenaknya juga “kisah cinta mana yang bakal kamu ceritain? Lu kan jones”
Karena ceritta selanjutnya mengorbankan beberapa nyawa dan menyedihkan, mungkin langsung skip aja deh ya… Heehee
Dan yang ke dua adalah bagianku, aku maju dengan wajah pasrah karena ceritaku sudah pasti tidak akan se-menarik kisah nyata temanku yang pertama maju. Dengan wajah polos aku memulai cerita dengan kalimat : “I think I haven’t interesting story like Pandu’s story, but I’ll tell a story from movie.” Dan entah kesambet apa teman sebangkuku langsung berteriak, “Iyo uduk real story tapi ceritane podo kan Nan karo cerita cintamu? Nyesek tok”. Seketika sekelas tertawa. Dan demi apapun aku akan membunuh teman sebangkuku seandainya dia bukan anak silat dan dia belum pernah membaca buku harianku.Alhasil, aku hanya mampu mengutukinya dari depan kelas.
Dan, aku hanya melanjutkan kalimatku dengan “I think Nadia was right, although it isn’t real story, but it can be a confession indirectly.” Dan lagi-lagi itu hanya jadi kalimat yang menguap sebelum aku berani mengatakannya. Dan selanjutnya, semua cerita hanya ku baca sampai selesai.