.>

Sunday, December 27, 2015

Priority

Kesibukan itu kita yang ciptakan, kita yang buat. Dan, kesibukan itu bukan alasan. Sama sekali bukan alasan. Jangan salah menciptakan kondisi ya, kamulah yang seharusnya mengatur kerjamu, bukan kamu yang diatur kesibukan.
Seperti yang aku tulis sebelumnya, kesibukan itu tidak akan bisa dijadikan alasan. Hanya saja, satu-satunya masalah disini adalah apa yang kamu prioritaskan.
Sesibuk apapun kamu, sesulit apapun kamu membagi waktu, jika suatu hal adalah prioritasmu, kamu akan tetap menyiapkan Quality time untuknya. Tak perlu semalaman suntuk, tak perlu setiap hari, tak perlu 1x24 jam.
Sekali lagi saya tegaskan, satu-satunya masalah yang ada disini adalah hal itu bukan sesuatu yang kau prioritaskan.

Tuesday, December 8, 2015

Aaaaaaaaa!!!!!!
I can't do it Sir!!
Andd... And..  I can't do it.
Sorry


Monday, December 7, 2015

Sorry

Akan selalu ada yang diam-diam jatuh cinta pada kita, diam-diam mendoakan, dan diam-diam terluka. Banyak diantara mereka adalah orang yang boleh jadi tak pernah ada dalam benak kita, mereka bukan orang yang terlihat perduli pada kita, tapi dia ADA. Iya, selalu ada.

Kadang kau hanya tak sadar seberapa pengorbanan dia yang mungkin sebenarnya akan 'sia-sia'. Karena apa? Karena boleh jadi kamu tetap tak akan pernah melihatnya 'berbeda'. Lebih-lebih malah kamunya risih, iya risih ngerasa diintai. 

Beberapa diantara mereka kadang kayak detective, udah harus tau apapun yang kamu lakuin. Dan biasanya mereka yang paling gak tahan nunggu kamu 'peka'. Tapi ada juga yang benar-benar jatuh cinta dalam diam, entah bagaimana caranya mereka mampu membungkus rapi semua perasaan yang ada di hati mereka.

Buat aku sih oke-oke aja ya kalau nutupin perasaan, tapi kadang ada saatnya kita nyesek-senyesek-nyeseknya gara-gara dia. Dan ketika bibir dan sikap bersikeras berkata tidak, kamu masih punya mata yang paling tidak bisa berbohong.

Dan kali ini aku akan bahas satu quotes yang lumayan -jlebb- dan bikin baper dua hari sampai akhirnya lahirlah postingan ini. Dan quote nya adalahh...


"Jangan habiskan waktu kita untuk seseorang yang tidak pernah tahu bahwa kita menghabiskan waktu untuknya." -TereLiye-
Mungkin  untuk mayoritas orang quote ini biasa aja, tapi sebenarnya semuanya tidak sesederhana itu. Ah, entah berapa banyak waktu yang aku habiskan. Bisa jadi semuanya percuma ya kan? Percuma, hahaha. I think you will know what I mean. Ya, mungkin aku memang menghabiskan waktuku untuk orang yang jangankan untuk menerima waktu yang kuberikan, tapi barangkali dia tak pernah tau kalau aku menghabiskan banyak waktuku untuknya. Iya, ini percuma. Hahaha.

Dan entahlah, aku merasa semua yang aku lakukan beberapa tahun ini sia-sia. Bukankah aku punya Tuhan yang maha tahu. Yang maha membolak-balikkan hati. Yang sudah pasti mengerti dimana nanti hati ini akan berlabuh? Bukankah salah aku berharap pada manusia yang sungguh tak ada apa-apanya?

Ah, entahlah, aku cuma merasa ini semua seperti mantra. Aku tak lagi tahu apa yang aku ingin. Percuma, iya percuma tak akan ada yang mengerti. I think, I'll better go now... Waiting you in my side... And talking to God if I miss you so much... I trust, Allah know what I feel, what I want, He will give the best thing for my life, and.....

"Jangan habiskan waktu kita untuk seseorang yang tidak pernah tahu bahwa kita menghabiskan waktu untuknya." -TereLiye-

Thursday, December 3, 2015

Sket Wajah? When will you see it?

Selamat bulan Desember!
Today I wanna tell you about "draw"
Kenapa gambar? check this outt!

"Dek, mba gambar si doi. Mirip gak? kata remaja itu sambil mengeluarkan buku gambar bak siswa SD yang ngotot kalo gambrnya bisa dapat nilai 80.
"Haha, mirip mba. Cuma mulut, hidung, sama mukanya aja yang gamirip", sahutku cengengesan.
"yakaliii.. itu artinya gamirip", katanya kecewa bak ternyata gambarnya cuma dapat nilai 65 dan si Guru bilang 'coba lagi'
"Haha, engga engga mbak, itu bagus kok. Aku ngerti kok itu siapa, artinya mirip kan? Cuma mbak gambarnya di buku gambar gede banget sih, coba di HVS dulu ato buku gambarnya dibagi dua, jadi ngarsirnya enak. Tapi mendingan kok bagusan ini daripada yang kemarin mba tunjukin", jawabku lagi-lagi sok menggurui.
"Iya ya dek? Semalem mba gambar sampe jam 12 padahal. Tapi kata dia bagus kok.", jawabnya lagi.
"emang bagus mbak, ah aku mau pamer juga" kataku sambil nunjukin gambar seseorang.
"wesss itu si blablabla kan dek? miripppp!" katanya antusias.
"Nan, liattt!!!" kata seorang teman lagi, panggil saja Arya. Kemudian aku memberikannya. "Aku mau tanya ketemen-temen kenal ga sama gambar ini", tambahnya.
"Alah, orangnya aja gaterima digambarin gitu -_- Yang gamirip lah ini lah itulah. marai kagol pancenan.", timpalku singkat sambil memasukkan beberapa buku kedalam tas.
"Haha, pancen ra terimoan." tambah Mba Widi singkat.
Beberapa detik kemudian Arya udah balik ke bangku ku, "Nan pada kenal kok sama ni poto. Bagus sih" katanya.
"Haha, siapa dulu yang gambar." kataku dengan muka ala Bandung bondowoso yang berhasil bangun candi dalam semalam.
"Hahaha, udah gambar siapa aja Nan?" kata mba Widi.
"Siapa ajaa yaaa? Aku sendiri, bapak, mamak, mbak Widya, Mba Wulan, Ana, Pandu, Rayhan, Mala, Ipan, terus ada temen ku lomba di Palembang kemarin 2, yang banyak anime-anime gitu, sama...", aku berhenti bicara.
"Sama siapa hayooo?" kata mba Wididengan muka cengengesan.
"Samaaa kamuuu haha kalo kamu mau bayar aku 100rb wekkkk", kataku sambil ngacir nyelametin binder yang isinya sketsa gambar. Terus nyelametin binder satunya lagi yang tak jadiin diary.
"elehhh! delaah nan nan. wegah aku mbok kon bayar. wekkkk! Enak banget ya yang mbo gambarin tanpa dia minta. Mau juga nannnn" katanya lagi.
"Haha yadoonggg" jawabku sambil pasang muka songong sok benerin kacamata yang sebenernya udah bener.

Kemudian aku kabur ke kantin beli AQ*A di kantin.
Pas balik ke kelas liat binder sketsa itu, ngomong dalem hati, "Ah, coba kamu ngerti ya kalo aku sering gambar kamu diem-diem. Hahaha. Mungkin kamu bakalan tau kenapa aku sampe apal bentuk muka kamu." sambil lap air, iya air AQ*A yang netes kayak iler~

Cerita macam apa iniii?? Abaikan cerita SPAM kayak gini hahaha. Selamat bulan Desember!
Wish? Semoga pada akhirnya ada waktu yang tepat buat nunjukin gambar itu ke lu :')
Byeee!!

Wednesday, December 2, 2015

Chat?

Apa hal yang paling kau takutkan?
Aku takut, pada akhirnya aku akan melupakanmu semudah aku melupakan dia. Atau, kau yang akan melupakanku semudah itu.

Lalu kenapa kau masih bertahan?
Aku tahu, jodoh pasti bertemu. Kalaupun tak bertemu, pasti akan ada yang mempertemukan. Kalau bukan manusia, akan ada takdir dan tentu sjaa Tuhan. Kalau tidak di dunia, bisa saja di akhirat.

Tidakkah kau akan memberi tahuku?
Tentu saja! Kau pasti akan tahu, tapi tidak sekarang. Tidak secepat ini. 

Haha baiklah, aku akan menunggu.
Jangan ditunggu, aku takut. Sebab ada yang maha membolak-balikkan hati. Bukan kan aku hanya cinta sendirian? Sudahlah. Selamat malam.

Iya, selamat malam.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dan aku, memasukkan selembar foto itu ke dalam tasku lagi. Esok kita akan berbicara lagi. Selamat malam.