.>

Saturday, October 31, 2015

Jadi?

Aku, dalam diamku.
Dalam semua bentuk yang ku sebut rindu,
Aku sampaikan dengan caraku.

Aku, dalam diamku.
Dalam setiap kata yang tak sanggup terucap,
Aku tuliskan dengan caraku.

Aku, dalam diamku.
Masih menyebut satu nama yang sama.
Dalam setiap rindu dan kata yang tak sanggup terucap.
Masih sama, sama lagi, dan akan selalu sama.


Percaya atau tidak akan selalu ada seseorang yang berhasil membuatmu bertahan bertahun-tahun. Membuatmu tetap setia berada ditempatmu meski kau tau dia boleh jadi tak pernah melihat ke arahmu. Ini bukan bodoh, sungguh.

Bukankah tidak ada yang salah dalam urusan yang bernama cinta ini? Bukankah setiap dari kita punya hak untuk itu?

Ini tak pernah rumit, kan?
Hanya mungkin aku saja yang membuatnya jadi berbeda. Iya, cinta dalam diam.


Aku, dalam diamku.
Dalam semua bentuk yang ku sebut rindu,
Aku sampaikan dengan caraku.

Aku, dalam diamku.
Dalam setiap kata yang tak sanggup terucap,
Aku tuliskan dengan caraku.

Aku, dalam diamku.
Masih menyebut satu nama yang sama.
Dalam setiap rindu dan kata yang tak sanggup terucap.
Masih sama, sama lagi, dan akan selalu sama.

Jadi, akankah kamu tetap bertahan ditempatmu?

Tuesday, October 6, 2015

Oktober (1)

 
haiii.. haii..
setelah sekian lama gak curhat-curhat manis, akhirnya gatahan juga gua :')
Okey, meskipun mungkin ini bakal jadi curhatan alay lagi, aku mah apa atuh.
Kenapa alay? it's about love lagi (uhuk, maaf akang :' padahal kemarin udah janji gak cinta-cintaan lagi) 

Okey, galau ini disponsori oleh hujan...
 
Haha.. Oktober...
 
Bukannya biasanya oktober identik dengan hujan ya? awal musim hujan :'
Nyaman banget duduk di teras sambil minum kopi hangat, dengerin suara hujan, ngirup aroma tanah kering yang kena hujan.. *baper :'
Entah sejak kapan aku selalu berhasil dibuat jatuh cinta oleh hujan, iya hujan :'
Semua kenangan yang akhirnya berhasil membobol pertahanan yang sudah ditutup rapat bertahun-tahun. :'
Hahaha, semuanya karena hujan..

Dan, oktober..

Ada seseorang yang akhirnya membuat oktober lebih spesial ketibang bulan lainnya.
Entahlah aku tak tau harus memulai dari mana..
Seseorang ini nyata..
Tak selalu ada, tapi entahlah..
Aku merasa dia selalu berhasil menjagaku..

Entah hanya aku atau apa, sejak oktober itu, aku merasa dia akan selalu ada untukku. Selalu.. :)
Dia bagai keluarga baru yang selalu berhasil menenangkan aku dengan cara yang unik, dengan jadi dirinya sendiri. Dia selalu berhasil mengubah tangis ku menjadi tawa. Ah.. aku lebay ya kang?

Meskipun dia bukan satu-satunya orang yang menganggapku kekanak-kanakan. Tapi hanya dia yang sampai detik ini membuatku rela menjadi gadis kecilnya.

Aku selalu kagum dengan kedewasaannya, caranya menenangkanku, caranya mengatakan semua bisa baik-baik saja, caranya membujukku.

Haha, mungkin aku berlebihan. Tapi untuk jadi seseorang yang aku pecrayai untuk jadi tempat bercerita itu aku rasa memang beda. Aku masih tak tau kenapa aku masih selalu mencarinya meski dia sangat menyebalkan. Ahh dasar cuek!


Udah ah, absurd banget..

Dan selamat bulan oktober lagi akangku tersayang :)
Semoga pada akhirnya kamu tak pernah bosan mendengar ceritaku..
Thanks a lot.
Always be my beloved friend, my beloved akang :)


adikmu

Saturday, October 3, 2015

Surat Cinta dari Jogja, Palembang, Mekkah ♡


Hai orang-orang yang selalu disayang Allah :)
Terus bersyukur ya sama hari-hari luar biasa yang sudah Tuhan berikan :)


Resensi Novel Tere-Liye 'Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

RESENSI KARYA SASTRA FIKSI
“DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN”









DISUSUN OLEH :

NAMA                                              : RIZKI NANDA PUTRI
KELAS                                             : XI IPA 1
GURU PEMBIMBING                    : DIAN YUVITA SARI


SMA NEGERI TUGUMULYO
TAHUN AJARAN 2015/2016

CINTA DARI POHON LINDEN


Judul buku   :Daun yang Jatuh Tak Pernah         Membenci Angin
Penulis          : Tere-Liye
Penerbit       : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan X     : Mei 2013
Kategori        : Fiksi, Novel
Tebal Buku  : 264 halaman; 20cm
Harga                         : Rp.48.000,-

            Tere Liye adalah putra asli Sumatera Selatan, lulusan Fakultas Ekonomi UI jurusan Akuntansi. Nama “Tere Liye” merupakan nama pena seorang penulis berbakat tanah air yang bernama asli Darwis. Tere Liye sen