.>

Thursday, December 4, 2014

Dear You

Hey kamu yang selalu bercerita tentang mimpi-mimpi luar biasa..
Apa kamu lupa bagaimana kau menjelaskan jutaan tempat yang ingin kau jejaki?
Tentang orang-orang hebat yang ingin kau kalahkan..
Tentang masa depan yang aku saja tak pernah memikirkannya..
Tidakkah kemarin kau masih mengharapkannya?

Hey kamu yang selalu bercerita tentang kebebasan..
Apa kamu lupa bagaimana kau menggebu-gebukan keinginanmu?
Tentang padang rumput yang luas.
Tentang kamu yang bisa berteriak sekencang kamu mau..
Melakukan apapun yang kamu inginkan..
Memilih apapun yang kau anggap pantas..
Tidakkah kemarin kau masih menginginkannya?

Dear you..
Tolong, jangan bilang kau lupa..
Atau seolah-olah lupa..
Emm.. bukan.. mungkin sebenarnya kau hanya melupakan..
Terlanjur kecewa pada satu hal kecil..

Aku tau.. 
Hal kecil itu yang membuatmu tertawa selama ini..
Aku cukup faham..
Bagaimana dia bisa membuatmu merasa tak butuh siapa-siapa lagi..
Bukankah kau sendiri yang mengtakannya?

Tapi bagaimana dengan semuanya?
Impian, harapan, kebebasan, kebahagiaan?
Bagaimana dengan bulan yang ingin kau peluk?
Bagaimana dengan hak-hak yang ingin kau pinta?

Apakah dia berhak merusak semuanya?
Apakah dia berhak menghancurkan semuanya?
Tidak.. Sama sekali tak berhak..

Ayolah..
Katakan padaku, semuanya..
Berhenti jadi sosok baru yang tak aku kenali..
Bahkan sosok yang kau sendiri tak mengenalinya..

Dear you...
Dengarkan aku kali ini saja..
Tetaplah jadi seorang pemimpi...
Berhentilah bertindak seolah-olah aku hilang..
Aku masih ada..

Aku tau..
Cukup dari sekedar tau..
Hal kecil itu nyatanya memang benar-benar tak tau diri..
Berkata seolah dia mengerti..
Padahal tidak, bukan?

Dear you..
Jadilah pemimpi lagi..
Karena aku tau..
dia akan pergi..
Tak lagi mengganggu kehidupanmu..

Karena itu.. Izinkan aku pergi..
Membiarkanmu jadi pemimpi lagi..
Membiarkanmu bebas lagi..

Dear you..
Aku tau..
Sosok itu aku..
Post a Comment