.>

Friday, October 10, 2014

Time is Over, Guys! Ini "AKHIR" !

Dan sekarang aku benar-benar paham. Bahkan cukup dari sekedar sangat paham. Bukan semata tentang kegagalan atau apapun yang mungkin kau sebut dengan ‘akhir’. Tapi tentang bagaimana Tuhan sangat berperan atas ini semua. Allahu alam.. J Aku hanya percaya Allah yang telah menskenario semua ini. Aku hanya perlu mengikuti alurnya. Cukup itu saja. Aku percaya Allah tau yang terbaik untuk jalan ceritanya.

Ahya teman,

Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana pagi yang dingin, damai, tenang, dan disana kamu mulai perlahan mencoba beradaptasi dengan pekerjaanmu. Ahya pagi itu memberikan semangat. Semangat yang bahkan sampai detik ini aku bahkan belum bisa mendefinisikan bagaimana luar biasanya mentari terbit dan
semuanya mulai bergerak dari mimpinya. Ah luar biasa bukan? Bagaimana Allah bisa membuat waktu seperti ini? Terutama pagi itu, 06.26 WIB. 26 Juli 2013.

Tapi kemudian perlahan kesan semangat itu biasanya mulai luntur. Siang. Lets check! Betapa mulai gerahnya suasana siang hari, bahkan kau lebih sering malas-malasan daripada bertahan dan berjuang untuk semua yang bisa dilakukan.

Hey? Taukah kamu. Saat siang dimana banyak orang mulai tidur siang dan berhenti beraktifitas, aku masih tetap bertahan? Melawan teriknya mentari yang seakan memberikan isyarat agar aku berhenti. Atau, sesekali tempat tidur sederhana di ruangan mu juga menggodamu di siang itu? Iyaa. Pasti. Mereka terkadang seakan mengatakan : “untuk apa lagi kau bertahan? Berhentilah. Kau cukup lelah bukan? Mampirlah sejenak. Aku akan menjagamu, meringankan bebanmu, dan membuat semuanya lebih indah. Aku lebih baik dari pada dia. Berhentilah bertahan.”

Tapi taukah kamu? Aku masih bertahan.  Bahkan saat aku lelah. Saat aku jatuh. Saat tiba-tiba siang yang panas berubah menjadi mendung lalu hujan. Ah. Kau harusnya tau kawan, setelah panas, tak jarang harus ada damai, tenang. Lalu hujan. Ah hujan, aku suka bagian ini. Dimana kau bebas melihat air dimanapun, hingga nanti ada pelangi yang jelas-jelas akan menghapus air itu. Ini indah kawan. Setelah lelah bekerja dan kau melihat pelangi.

Siapa yang tak takjub? Kamu? Ah aku tak percaya. Aku tau kamu pernah menggambarkan pelangi itu melambung jelas di buku gambarmu ketika kamu SD. Atau bahkan sampai sekarang? Sampai bahkan kau membuatnya denga cat air, cat minyak atau bahkan grafis? Atau jangan-jangan kau bahkan pernah melakukan perobaan ilmiah? Pantulan dari prisma? Atau yang lainnya? Sesuatu yang indah selalu hadir kawan. Bahkan saat kau sendiri itu tetap terasa indah.Pasti.

Hingga senja semuanya indah kawan. Sunset. Indah juga kan? Kamu suka? Aku sangat menyukainya. Adzan Maghrib, Burung-burung kembali ke sangkar, dan aku pulang kawan. Taukah kamu beberapa bulan ini aku lebih sering sendirian pulang ke rumah saat senja? Ah pekerjaanku selalu seperti tak mau pulang bersamaku. Kadang dia tergoda oleh meja belajar, atau yang lainnya. Mungkin dia merasa lebih beguna dan selesai disana. Nobody know about it, right?

Tapi kadang aku juga tertarik dengan kasurku kawan, itu hal biasa bukan? Kau kelelahan, dan disana ada kasur dikamarmu. Kasur yang tadi aku ceritakan? Ah kadang kamarku bisa berubah-ubah. Ada yang lebih baik dari pekerjaanku. Tapi kadang juga lebih buruk. Dan aku kembali kerumah lebih malam dari sebelumnya. Maaf pekerjaanku, hari ini aku terlalu lelah. Aku tau kau marah, nanti aku akan lebih baik, aku akan lebih baik.

Tapi kawan, sayangnya pekerjaanku sia-sia. Hey? Bagaimana tidak? Ternyata orang tuaku menyuruhku tidur terlebih dahulu. Mereka bilang aku terlalu lelah bila mengerjakan pekerjaan itu. Malam itu dingin kawan. Bahkan lebih dingin dari malam-malam sebelumnya. Dan aku benar-benar tak sanggup kawan. Oangtua ku terlalu takut aku kelelahan mungkin. Akhirnya aku memilih untuk tidur. Tapi tidurku tak pernah nyenyak. Aku masih sesekali mengerjakannya dalam kegelapan kamarku kawan.

Ah.. Ini menyakitkan. Bagaimana tidak, mungkin minusku naik dua kali lipat dari sebelumnya. Ah sakitt. Membaca tengah malam saat pekerjaan itu ternyata tak lengkap. Aku baru sadar ada yang hilang. Aku mencari dan hasilnya masih nihil. Masih benar-benar tak ku temukan. Semakin malam aku makin kehabisan bahan untuk pekerjaanku.

Dan hingga akhirnya aku mencoba tidur. Tidur. Namun takpernah terlelap. Namun malam itu makin dingin. Sangat amat dingin. Dingin itu menghujam badanku. Dari kakiku, perlahan membekukan satu demi satu organ. Tapi entah kenapa aku begitu merasa pekerjaanku itu begitu harus ku selesaikan kawan. Melelahkan sebenarnya. Tapi aku bertahan. Untuk kesekian kalinya.

Akhirnya aku tertidur. Benar-benar tidur. Namun aku bermimpi pekerjaanku itu. Dan aku tebangun.terbangun lagi. Berdiri. Mencoba berlari. Ahya kawan. Malam itu buruk sekali. Tanpa bintang! Tanpa bulan! Apalagi aurora! Ah ini Indonesia kawan, berhenti berkhayal yang terlalu indah.Takkan mungkin terjadi.

Aku berlari hingga tengah malam. Lalu..

Hujan kawan!! Hujaaann!!

Semuanya menjadi makin dingin! Makin beku!! Hilang benar-benar hilang! Bahkan untuk sekilas melihat pekerjaanku, aku tak berhak! Pekerjaan itu hilang! Aku tak menemukannya. Sama sekali. Di meja belajarku, di manapun. Dia hilang! Ibuuu!! Dia pergi.Aku tak menemukannya dimanapun.

Hujan. Dingin kawan! Sangat dingin disini. Tengah malam di tengah hujan! Ah menyakitkan! Pekerjaan yang aku pertahankan berbulan-bulan kini hilang! Tiga belas bulan yang aku selalu jaga hilang begitu saja! Sakit! Dan hujan semakin menjadi-jadi kawan!

Dan aku berhenti. Berlutut. Menangis memberontak. Dan hujan semakin kencang. Ah betapa dinginnya mala mini. Aku membeku ditempat itu.Tak mampu berkata. Hilang bersama gelap.

Dan tiba-tiba pagi itu, aku melihat orang asing membawa pekerjaanku dengan bangga dan senyuman. Ah Entahlah. Aku lelah kawan. Aku kecewa. Lihatlah! Harusnya dia tetap jadi milikku bukan?!

Tapi, 'malam' ini lebih menyakitkan dibanding semuanya.

Pekerjaan itu sejenak kutemukan saat aku mulai tenang. Lalu berkata : “Aku sudah punya seseorang yang baru kok. Hahaha, gaperlu minta maaf atau menyesal, lagian percuma saja kamu nungguin aku. Aku nggak bakalan kembali. Aku udah terlanjur sayang sama dia. Maaf rasaku ke kamu benar-benar sudah hilang.”


Ah.. Malam ini, setidaknya aku sudah benar-benar sadar. Kau ada ditempat yang benar. Aku tak perlu khawatir lagi. Seharusnya.Aku percayakan yang satu ini padamu, kawan :) 

Aku percaya pada orang asing yang sekarang menjagamu dan berharap menjadi tulang rusukmu yang bengkok. Seperti aku dulu.




Good Night, Sky. Untuk terakhir kalinya J b
Tugumulyo, 10 Oktober 2014
-K-


Post a Comment