.>

Friday, October 31, 2014

Bersama Seseorang yang Seakan Berkata : "DATANGLAH"

Tengah malam untuk yang ke sekian kalinya. dan herannya untuk  ke sekian ratus hari ini, aku masih tetap sama, terkurung di aquarium kecil yang mereka anggap sebagai 'pertahanan terhadap seseorang yang disayang'

Benar saja, bagaimana kau mau tetap bertahan di aquarium yang mungkin tak pernah diganti airnya, atau dibersihkan cerminnya. Hey? pernahkah kau lihat? dari dalam sini sekarang semuanya seakan lebih buram. hilang. semuanya.

Ahya, dari dalam aquarium yang aku sebut 'pertahanan' ini aku ingin bercerita tentang 'seseorang' yang beberapa minggu atau bulan ah mungkin tahun (?) ini mejadi sosok yang selalu kukagumi, kulihat gerak-geriknya. ah aku ingin dia datang dan sejenak saja mengganti oksigen di aquarium ini. agar semuanya tak lagi sesak seperti sekarang.

Tapi sayangnya orang itu sudah hilang, sirna. Bagaim

Thursday, October 30, 2014

Afgan Refrain (OST. Refrain)



If you ever see dear everything
That we have been trough another world
But if I could see
And just one thing
If you're melody
If I were afraid
A story about you and me
What it really mean
I ran out of pages
But if I could right
For just one moment
It will be forever

Maybe I paid it all alone
Maybe I was afraid
To find that you're where I belong
And say the words later said

Now I'm try to remind this feeling
Who am I kill it
Who are you giving
You're the song that keeps on playing
You're the part that keeps repeating
Sing it all over again
Like a refrain
You’re my refrain

Maybe I paid it all alone
Maybe I was afraid
To find that you're where I belong
And say the words later said

Now I try to remind this feeling
Who am I kill it
Who are you giving
You're the song that keeps on playing
You're the part that keeps repeating
Sing it all over again

Now I'm try to remind this feeling
Who am I kill it
Who are you giving
You're the song that keeps on playing
You're the part that keeps repeating
Sing it all over again
Like a refrain
You’re my refrain

Wednesday, October 29, 2014

Edcoustic - Muhasabah Cinta :)

Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari Mu
Kupasrahkan semua pada Mu

Tuhan baru kusadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cinta Mu

Reff
Kata kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir di kidung do’a ku
Sakit yang kurasa biar
Jadi penawar dosaku

*
Butir butir cinta air mataku
Terlihat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi Muhasabat cintaku

Tuhan kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku dengan Mu

Back to Reff

Back to *

Repeat Reff 2x

Friday, October 17, 2014

Menyikapi Virus Merah Jambu

dakwatuna.com - Bergerak dari rasa kepedulian dan keprihatinan yang saya rasakan, melihat fenomena yang terjadi saat ini, di mana maksiat sudah dianggap sebagai hal yang lumrah. Bahkan sebagian orang menganggap hal demikian adalah hal yang naluriyah, “jadi ya…ga munafik juga, itu manusiawi!” begitu tanggapan

Friday, October 10, 2014

Time is Over, Guys! Ini "AKHIR" !

Dan sekarang aku benar-benar paham. Bahkan cukup dari sekedar sangat paham. Bukan semata tentang kegagalan atau apapun yang mungkin kau sebut dengan ‘akhir’. Tapi tentang bagaimana Tuhan sangat berperan atas ini semua. Allahu alam.. J Aku hanya percaya Allah yang telah menskenario semua ini. Aku hanya perlu mengikuti alurnya. Cukup itu saja. Aku percaya Allah tau yang terbaik untuk jalan ceritanya.

Ahya teman,

Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana pagi yang dingin, damai, tenang, dan disana kamu mulai perlahan mencoba beradaptasi dengan pekerjaanmu. Ahya pagi itu memberikan semangat. Semangat yang bahkan sampai detik ini aku bahkan belum bisa mendefinisikan bagaimana luar biasanya mentari terbit dan

Thursday, October 2, 2014

Hujan

Sound track : Afgan - Tanpa Bahasa
---------------------------------------------  ---------

"Ups.. maaf yaa.."
"Kenapa sih Nan.. Kok dari tadi cuek banget sama aku?" kata Fio. "Ah.. enggak nah.. Aku gapapa kok. hehehe. maaf lagi gaenak badan aja." balasku. "Cerita kek. apa kek. Gaenak dicuekin kamu." katanya lagi. "Aku gapapa.. biasa aja kalii.. hahaha." kataku lagi sambil mulai memakan bekal di wadah bening yang sebenarnya milik mbakku. Bekal yang sudah disiapkan mamakku tadi pagi. Ah mamak, I love you :)

Ah.. ini suapan terakhir dan bel sudah berbunyi. Tapi seperti biasa, kelasku masih santai. Ribut ini itu, lari kesana kemari. Kadang aku lupa kalau aku sudah SMA. Ah.. SEPATU (singkatan SepuluhMiaSatu).. Mungkin kalian semua yang memiliki peran cukup besar untuk bahagiaku :)

Minggu-mnggu yang cukup berat bagiku. Setelah seminggu full mengejar ketertinggalanku. Lima minggu sudah aku menguatkan diriku. Ahya, terlebih mbakku juga menyarankan agar aku menyibukkan diri agar tak terlalu jatuh dan sakit.

Dan ini titik dimana aku memang butuh teman. Aku lelah. Dan kamu hadir... Selalu hadir..

Ternyata benar, kadang bercerita memang membuatmu lebih kuat. Dan menangis itu takkan membuatmu terlihat lemah. Karena selalu ada sosok yang akan menghapus air matamu. bahkan saat kau tak menyadarinya.

Benar saja, karena kadang perasaan yang kamu simpan rapat-rapat, kekecewaan yang sudah kamu pendam, terkadang meluap-luap jauh dari sekedar aku benci! tapi ini terasa seperti... Ah aku masih tak tau bagaimana cara menjelaskannya.

Tapi ini lebih dari sekedar demam tinggi hingga kamu lupa bagaimana rasanya tidur nyenyak, dan sialnya kamu harus minum pil-pil raksasa yang teramat pahit. tapi tak juga membuatmu mampu bangun dari ranjang empukmu yang berubah jadi ranjang penuh keringat dinginmu. Ah.. :'D

Tengah malam. Entah kenapa aku selalu nyaman bercerita padamu pada jam-jam seperti ini. Damai.. Tentram.. Hanya aku dan kamu.. Apalagi beberapa hari yang lalu, ditemani rintik hujan, denting jam, dan kamu membuat semuanya menjadi lebih hangat.

Dan...

Saat nyamanku..
Aku harus tau..
Kita hanya akan berhenti sejauh ini..
Akan berhenti, meski aku belum tau kapan. Aku tau itu akan terjadi..
Meski aku tak pernah berharap itu terjadi..

-RR-