Friday, March 28, 2014

Bye US.. :)

Assalamualaikum... :)
Capek bangett... baru selesai US.. :/
Omaigaatt.. help me..
Banyak banget sebenernya tugas sekarang -_-
Capekk bangeettt...

Tuesday, March 11, 2014

Kembalilah, Sobat :')

Lagi-lagi dia menatapku aneh. Seakan aku makhluk asing yang tak sengaja mendarat di depan tubuhnya yang tengah berdiri diantara tiang-tiang penyangga koridor kelasnya. 

Ku lemparkan senyum sekali lagi, dia tetap diam. Padahal, 2 tahun yang lalu kami masih bersahabat. masih sering jalan berdua. Tapi sayang, semuanya berubah.

Sebenarnya setiap hari kami selalu bertatap muka. Ya bagaimana tidak, kami yang hanya disekat dinding 4 x 7 meter berwarna krem gelap. Dia masih sering berdiri didepan pintu kelasnya dan aku masih sering berdiri di balik jendela yang tepat 40 cm disebelahnya berdiri. Tapi aku merasa dia sangat jauh.

Apakah cinta yang selama ini dia jalani yang membuatnya berubah padaku?
Apakah persahabatanku dengan kekasihnyalah yang membuatnya berubah sejauh itu..

Berhentilah sayang..
Berhentilah bersikap dingin seakan aku tak pernah ada di hidupmu. Selama ini aku berulang kali berusaha membuatmu tersenyum padaku. Tapi apa ? Kau tetap diam, beku, lupakan aku.

Andai karena lelaki itu, harusnya aku yang bersikap dingin. Dia mantan kekasihku dan kau mengambilnya dariku bahkan saat aku sangat membutuhkan dia. Harusnya aku yang cemburu memandangmu disana. tapi saat aku sudah melupakan dan memaafkan semuanya, kau tetap begitu ?

Kalau boleh jujur, aku memang membencimu .. Kau memaksaku keluar dari jalan yang sedang kulalui.. Kau mengambil udara yang sedang ku hirup.. Kau buatku sesak tak tertahan.. Kau? Kau ? Iya karena kau telah mengambil dia dariku..

Lupakan, sobat..
Lupakan.. :')
Aku ingin, persahabatan kita bukan hanya sampai sini.. Bukan hanya karena dia.. Aku menyayangimu, sobatt..

Untuk sahabat tercantik yang pernah ku kenal
-PKC-

Monday, March 10, 2014

Ajari Aku Caranya Melupakan




Kamu selalu mengajariku mengais-ais masalalu..
Memaksa ku mengingat kenangan yang seharusnya kulupakan..
Hingga aku kelelahan..
Hingga aku sadar, aku terlalu bodoh mempertahankan perasaan..

Inikah caramu menyakitiku ?
Siapa aku dimatamu?
Kamu selalu menganggapku tak ada..
Sedang aku selalu menjadikan bayanganmu nyata..

Ajari aku caranya melupakan..
Sehingga aku lupa caranya menangis..
Sehingga aku lupa sakitnya cemburu..
Karena kamu selalu mengingatkanku tentang air mata..
Sampai aku, peka akan rasanya luka..

Mungkin aku terlalu berharap..
Terlalu sering terdampar diantara harapan-harapan indah yang pernah kau katakan..
Tapi itu semua dulu..
Saat kau masih ada di depanku..

Tapi sekarang ?
Apakah masih sama ?
Aku terlalu bodoh..
Aku terlalu mengharapkan..

Kau takkan pernah tau sakitnya jadi aku..
Mencintai tanpa dicintai..
Mengharapkan tapi ditinggalkanmu lagi..
Dan sekarang ?
Kau bukan milikku lagi..

Mungkin kau belum mengerti tentang perasaan..
Hingga kau tak peka akan lukaku..
Jika memang ini semua lebih baik..
Biarkanlah aku melupakanmu..
Tanpa kamu hadir lagi di kehidupanku..

Untukmu...
Pangeran di dunia semuku yang masih selalu membuatku kagum..
Dari gadis kecil yang tak punya malu..

Tuesday, March 4, 2014