.>

Tuesday, September 10, 2013

Berhenti atau .... em entahlah !

Lagi-lagi terdiam disini..

Termotivasi kata-kata dari yundaku..
Tiba-tiba ingin menulis.. !

Entahlah, aneh saja..
Otakku terlalu sering berisi kata-kata hiperbol..
Tapi aku tahu, aku hanya menyemangati diri sendiri atau apalah..
Mungkin hanya terlalu banyak mimpi, mimpi semu tepatnya..
Penulis, novel 300 halaman, terkenal...!!
Huhh.. PEMIMPI..

Kuambil handphone-ku yang lagi-lagi memanggil-manggil..
Pesan singkat lagi, Telepon tanpa nama lagi..
Tak ada yang penting..
Ku tekan tombol merah, selesai.

Terdiam lagi..

Pesan facebook..
Ya.. Sahabatku..
Penting memang pada awalnya.
Tapi lama-lama bosan juga.
Otakku terlalu banyak berfikir tentang kecemburuan pada kata 'bahagia'.
Baiklah, biarkan aku sendiri.

Tiba-tiba mataku terpanggil (eh?)

Bukan.. lebih tepatnya aku tertarik dengan langut senja ini..

Ku tatap arloji kecilku..
Pukul 05.45..
Tapi lihatlah..
Langit ini masih biru menawan dengan semburat putih awan.

"Sudahlah, bukannya tadi hanya ingin mencari ide? Bukan untuk berlama-lama memandangi hamparan biru itu ?!", hatiku mengambil alih semuanya..

Kembali ku tatap monitor ku..
Membaca sebentar paragraf terakhir tulisanku..
Tapi, tunggu..
Mengapa semuanya hilang ?
Bukan.. bukan data-nya..
Tapi sungguh aku tak bisa melihat..
Hitam.. Gelap..

Beberapa detik kemudian semuanya hilang, kembali seperti semula.
Namun semua yang kulihat mulai blur..
Bahkan aku butuh 20 senti untuk membaca tulisan di timeline facebook-ku..

Ku tau, akhir-akhir ini aku memang suka membaca..
Bukan hanya buku pelajaran, bahkan novel, cerpen, dan yang lainnya..
Tak hanya dibuku, tapi juga di dunia maya.
Tapi, apakah secepat ini dampaknya ?

Bahkan aku takut, bagaimana jika dalam hitungan bulan aku harus berkacamata ?
Aku takut saja. Tapi sesungguhnya saat ini aku tak tau perbedaan takut dengan merasa aneh.

Fikiranku kembali dipenuhi cerita tanpa akhir itu..
Belasan cerita yang kubuat dan belum memiliki akhir..
Sesungguhnya aku bimbang..
Menulis ?
Berhenti atau .... em entahlah !

Mata atau Tulisan?
Kacamata atau Impian ?

ketika otakku mulai menyaring mana yang harus dibuang dan apa yang harus dipilih,
entah mengapa aku selalu ada dipilihan yang kedua..

Bukan karena tak mencintai mataku..
Tapi sulit menghapus hobiku..
Post a Comment