Wednesday, May 29, 2013

TRALALATRILILI


Tema : Persahabatan, Sekolah, Kehidupan
Aliran : Bahasa Indonesia

Jumlah Karakter : 7 Orang (Tra, Lala, Tri, Lili, Pak Darmo, Kepala Sekolah, Fauzia)

Pagi hari di sekolah didalam kelas ada 3 orang anak murid yang sedang berbincang-bincang. Anak-anak ini mempunyai geng yang bernama tralalatrilili yang anggotanya ada 4 orang. Yaitu Tra, Lala, Tri, Lili. Maka dari itu mereka menamakan gengnya itu “Tralalatrilili”


Tra       :      (Ceria) ”Pagi Sobat....!!”
Lala      :       , Tri : “Pagi Tra...”
Tra        : “Ngomong-ngomong kayanya ada yang kurang deh !”
Lala      : “Iya, yah...”
Tri        : “ya, iyalah ada yang kurang. Orang Lili belum datang.”
Tra       : “Oh... Iya Lili. Pantas saja sepi banget biasanyakan dia yang paling bawel ...!”

Tiba-tiba Lili datang, dengan wajah termenung tanpa senyum. Sedikitpun Langsung duduk ditempat duduknya.

Lala      : “Tumben banget nona bawel baru datang ?”
Tri        : “ Iya nih kesiangan ya ?”
Lili        : “Iya... (sambil termenung)”
Tra       : “Kamu kenapa Li ? Gak biasanya kamu seperti ini ? biasanya kamu pagi-pagi udah buat kita bertiga ketawa.”
Lala      : “Iya nih ! kamu sakit Li, kayanya kamu lesu banget.”
Tri        : “Tau nih ditanya aku aja jawabannya singkat banget.”
Lili        : “Gak kok.... Teman aku gak kenapa-napa cuma lagi malas ngomong aja....”
Tra        : “Ya udah Li kalau memang kamu gak kenapa-napa kita Cuma takut auja kalau kamu lagi ada masalah atau kamu sedang sakit tapi gak mau cerita.”
Lili         : “Ya... pokoknya aku gak kenapa-napa. Kalian gak usah takut.

(Bel masuk pun berbunyi)
Pak Darmo pun masuk ke dalam kelas karena pada hari ini jam mengajar Pak Darmo dikelas ini. Ia ini salah satu guru yang aneh di sekolah.

Pak Darmo : “Pagi.... anak-anak ?”
Anak-anak : (Menjawab Serentak) “PAGI...”
Pak Darmo : “Baik pada hari ini kita akan melanjutkan materi yang minggu lalu Bapak berikan, sebelumnya kumpulkan tugas kalian !!”
Anak-anak : “IYA PAK”
Lili : “Pak buku tugas saya tertinggal dirumah !”
Pak Darmo : “ TERTINGGAL... ? kamu tidak membawa tugasnya, apa tidak membuatnya ?”
Lili : “Saya tidak membawanya pak. Sungguh, saya tidak berbohong.”
Pak Darmo : “Ya sudah kalau begitu kamu tidak dapat nilai seperti teman-teman kamu...!”
Tri : (berbisik-bisik) Li... kamu gak bawa tugasnya ? Gak biasanya kamu kaya gini.....
Lili : “Iya tri aku lupa. Semalam aku tidur malam banget !!! Jadi aku lupa memasukan kedalam tasku.”
Pak Darmo : Bapak akan berikan selembaran kertas yang isiunya materi-materi penting untuk kalian pelajari..”

Pak Darmo membagikan kertas lembaran itu, anak-anak pun membacanya dan memahaminya. Lalu ia memeriksa tugas yang dikumpulkan tadi.
Tiba-tiba bapak kepala sekolah datang dan masuk kedalam kelas.

Kepala Sekolah : “Permisi Pak Darmo... Saya minta waktu sebentar.”
Pak Darmo : “Silahkan bapak kepala sekolah !!! Memang jam mengajar saya juga sudah habis.”
Kepala Sekolah : “Anak-anak maaf bapak mengganggu kalian belajar. Sebentar, bapak kesini mau memanggil anak yang bernama Lili. Yang bernama Lili acungkan tangan.”
Lili : (Mengancungkan Tangan) “SAYA PAK !”
Kepala Sekolah : “Ikut keruang bapak sebentar ada y7ang bapak mau bicarakan !”
Lili : “Baik Pak.”
Sampainya diruang Bapak Kepala Sekolah, Lili duduk tegang di handapan bapak kepala sekolah.
Lili : “ Ada apa ya pak sampaui saya di panggil keruang bapak ?”
Kepala Sekolah : “Begini, apa benar kamu sudah menunggak SPP 3 bulan ?”
Lili : “Iya pak memang saya belum membayar uang spp selama 3 bulan.”
Kepala Sekolah : “Kenapa ? kamu sampai menunggak 3 bulan apa sebenarnya kamu di kasih uangnya sama orang tua kamu cuma pakai ?”
Lili : “Tidak pak memang saya belum dikasih uangnnya sama orang tua saya karna orang tua saya belum punya uang.”
Kepala Sekolah : “Ya sudah, kalau begitu.... bapak sarankan kekamu secepatnya kamu lunasi karena sebentar lagi kamu akan UAN.
Lili : “Baik pak. Secepatnya saya akan melunasinya.”
Kepala Sekolah : “Iya... Kembalilah kekelasmu!”
Lili : “Terima kasih pak. Permisi !”
Akhirnya Lili kembali kekelas. Didalam kelas, Tra, Lala, dan Tri sedang asik mengobrol.
Lala : “Li, Bapak Kepala Sekolah ngomong apa sam kamu ? ada masalah ya ?
Lili terpaksa berbohong dengan sahabat-sahabatnya karena dia tidak mau sahabtanya jadi tahu masalah dia dan ikut kedalam masalahnya.
Lili : “Gak kok ! Gak ada masalah apa-apa cumangobrol masalah perpisahan aja..... aku kan ketua panitia.”
Lala : “Oh... dikira kau kenapa ?”
Tra : “Teman, tar pulang sekolah antar aku ya ke toko buku ? Soalnya aku mau beli novel-novel terbaru sekalian kita shopping.
Lala,Tri : “IYAA !!”
Tra : “Li kok kamu diam, apa kamu gak mau ikut ?”
Lili : “Iya Tra kayanya aku gak ikut soalnyakan kamu tahu sendiri ayahku lagi sakit. Belum Sembuh, jadi aku harus membantu ibu menjaga ayah.”
Tra : “Ya... sudah kalau begitu !
Bel Istirahat berbunyi
Tra : “Sudah istirahat, kita kekantin yuk.. Laper nih !!”
Lala, Tri : “Yuk.... kita juga laper!”
Lili : “Teman, aku gak ikut ya soalnya aku gak laper dan lagi males kekantin. Kalian saja ya.... ?”
Tra, Lala, Tri : “Ya sudah kalau kamu gak mau ikut. Kita ke kantin dulu ya ?”

Lili Terpaksa harus berbohong lagi padahal dia bukan tidak lapar tapi tidak mempunyai uang dan tiba-tiba tersirat di pikiran Lili untuk mengambil uang Tra yang ada didalam tas. Uang itu akan digunakan Tra untuk membeli Novel dan Shopping nanti sepulang sekolah.

Lili : “Aku bingung nih harus membayar SPP tapi gak punya uang. Minta sama ibu kan ibu lagi gak punya habis untuk ayah kerumah sakit. Apa aku ambil saja uang Tra yang katanya mau dibeluikan novel dan shopping pasti uangnya cukup ! Tapi kan dia sahabat aku sendiri. Maafin aku ya Tra. Gak ada jalan lain ... Karena aku harus secepatnya melunasi uang SPP.”

Tanpa Lili Sadari ada yang melihat kelakuannnya itu yaitu Fauzia dia ank kelas itu juga. Fauzia tidak sengaja mengintip Luili di pintu kelas.

Fauzia : “Apa yang dilakukan Lili itu kan tasnya Tra kok dia mengambil uangnya ?”

Fauzia pun langsung kedalam kelas dan pura-pira tidak tahu. Bel Masuk kelas pun berbunyi . Tra, Lala, dan Tri masuk kedalam kelas.

Tri : “Sedang apa kamu Li ?”
Lili : “Aku lagi baca buku saja.”
Lala : “kamu istirahat Cuma dikelas aja ? gak bosen Li ?”
Lili : “Gak, aku kan sudah bilang aku males.”
Tra : “Udah... kok jadi dipermasalahin sih.. ?!”

Tra belum menyadari kalau uangnnya hilang. Setelah dia membuka tasnya dan melihat dompetnya terbuka dia langsung kaget karena uangnya hilang.....

Tra : “Teman, uang aku hilang semua !”
Lala, Tri : “HILANG ?!?”
Tri : “Kamu lupa kali Tra. Coba cari Lagi.”
Tra : “Aku gak lupa tadi aku simpan disini uangnya. Kemana ya ?”
Lala : “Apa ada yang MENCURI uang kamu Tra !!?”
Tra : “Bisa jadi, kalau tidak ada yang mencuri gak mungkin uang aku hilang.”
Tri : “Siapa yang mencuri ya kok tega banget sih !!?”
Tra : “LI... ! Kok kamu diam saja sih ? Bantuan aku donk ! uang aku hilang nih !!
Lili : “Bukan Aku Tra yang mencuri !!”
Tra : “Siapa yang bilang kamu yang mencuri. Aku kan Cuma minta dibantuin cari.”
Tri : “Li.... kok kamu ngomong gitu ? bukannya aku nuduh kamu ya dari tadikan Cuma kamu yang ada dikelas ini sampai istirahat selesai.”
Lili : “Tapi bukan aku Tri yang ngambil uang Tra. Benar bukan. Aku kan sahabat Tra dan Kalian.”
Lala : (Jutek) “Biarpun kamu sahabat kita mungkin ajakan. Ya udah biar kita gak salah nuduh kita periksa tas kamu, Cuma membuktikan saja.”
Lili : “Jangan kumohon JANGAN !! Bukan aku yang ambil.”

Tiba-tiba Fauzia bicara dengan mereka.

Fauzia : “Hei... Sebelumnya aku minta maaf kalau aku ikut campur urusan kalian. Aku Cuma mau bilang tadi aku lihat Lili membuka tas kamu Tra dan mengambil sesuatu sepertinya ya.... UANG.”
Tra : “Kamu gak bohong kan Fauzia ?”
Fauzia : “Iya aku gak bohong aku lihat dengan mata kepalaku sendiri. Maafin aku Li, aku gak mau menutupi kejahatan. Jadi, aku ngomong apa yang aku lihat tadi.”
Lili : ”Fauzia.... aku sama sekali gak tau kalau tadi kamu melihat apa yang aku lakukan. Tra, memang aku yang mengambil uang kamu. Fauzia benar. Tapi aku terpaksa Tra !!! Aku bukan bermaksud Jahat.”
Tra : “Jadi... kamu Li yang ambil uang aku ! Ya ampun Li.... Aku gak nyangka banget !!! Kamu terpaksa kenapa ???”
Lili : “Aku terpaksa karna aku belum bayar uang SPP 3 bulan. Orang tua ku gak punya uang kan kamu tahu sendiri ayahku sedang sakit.”
Tra : “Tapi kamu gak harus seperti ini Li....”
Lala : “Iya Li kenapa kamu gak jujur ada sama kita. Kalau kamu jujur kita pasti akan bantu kamu.
Tri : “Bener banget !!! Jadi kamu dari tadi pagi sudah berbohong kamu bilang kamu lagi males aja ternyata kamu ada masalah ?”
Lili : “Tra, Lala, Lili aku menyesal udah gak jujur sama kalian. Aku seperti ini karna aku gak mau menyusahkan kalian terus. Aku minta maaf sama kalian. Terutama Tra.”
Tra : “Aku maafin kamu Li. Karena aku tahu kamu dalam keadaan terdesak melakukan semua ini.”
Lili : “Kamu memang sahabat aku yang paling baik Tra, aku sangat menyesal sekali.”
Lala : “Bagaimanapun seseorang sahabat dia tetap menjadi seorang sahabat !
Tri : “Kamu salah La... diralat ya ? Bagaimanapun kesalahan seorang sahabat kita harus memaafkannya karena manusia pasti membuat kesalahan dan tidak selalu benar. Jadi kita harus tetqap jadi sahabat sejati.”
Lili : “Makasih ya sahabat-sahabat ku kalian memang sahabat yang paling baik dan yang paling aku sayang . Makasih kalian sudah mau maafin aku dan masih mau jadi sahabat aku .
Tra, Lala, Tri : “IYA DONK HARUS !!!”
Tra : “ya udah Li Uangku untuk kamu saja karena aku tahu kamu sangat m embutuhkannnya daripada aku.”
Lili : “Benar Tra ? Makasih sekali lagi aki ucapkan untuk kamu sampai kapan pun juga aku gak akan melupakan kebaikan kamu.”
Tra : “Iya.... Li. Kamu makasih juga donk sama fauzia karena dia sudah buat kejujuran untuk kamu.”
Lili : “Fauzia, terima kasih ya... ? Atas kejujuran kamu !”
Fauzia : “Iya Li sama-sama.”
Tra : “Ya sudah kalau seperti ini kan jadinya enak. Tralalatrilili tidak hancur. Tra...”
Lala : “lala.....”
Tri : “Tri.....”
Lili : “lili.....”
Tralalatrilili : “YEEEEEEEEE.......”

Sunday, May 26, 2013

Contoh Sambutan Adik Kelas Pada Perpisahan (Bahasa Inggris)


Assalamu’alaikum Wr. Wb

My honorable headmaster of SMPN L. sidoharjo
Our respected teachers and parents of SMPN L. Sidoharjo students
And all of my beloved friends
Good Morning

First of all, let us Praise Allah who has given us his grace so that we can present in this place, in class IX farewell ceremony academic year 2012/2013. Prayers and peace always we are extended to our master Muhammad the Prophet of God, who has saved us from the time of ignorance towards zakariyah age.

Ladies and gentlemen,
This is the last day for all my brothers and sisters in this school. However, all what we have been through together a beautiful memories that will never be forgotten. There are many things that we have not had time to do together. The ninth class is a good example for us. Always giving us advice and guidance in learning. Is there anything more precious than togetherness? Togetherness  that makes us strong, smart, and brave in the good name of our school building.

An expression that is not unfamiliar to us, “where there is a meeting, there is separation”. Two years ago we met in this place, and also in this place, we split up. This is the inevitable destiny of human beings. We cannot fight time. Let it pass like flowing water.

Ladies and gentlemen,
My beloved brother and sisters, one message for you. You are good alumni and polite ones. Hold up the good nature and polite to people out there. Make it as a hallmark for alumni of our school. Keep the good name of our school wherever you are. Set in your hearts and minds of honesty and truth, surely you will be the ones who succeed in the future. Congratulations go through to higher education, brother! My God meet us again in the future.

That is all of us, sorry if there is mistake, thanks for your attention.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Acha Septriasa - Sampai Menutup Mata


Embun di pagi buta
Menebarkan bau asa
Detik demi detik ku hitung
Inikah saat ku pergi

Oh tuhan ku cinta dia
Berikanlah aku hidup
Takkan ku sakiti dia
Hukum aku bila terjadi

Aku tak mudah mencintai
Aku tak mudah mengaku ku cinta
Aku tak mudah mengatakan
Aku jatuh cinta

Senandungku hanya untuk cinta
Tirakatku hanya untuk engkau
Tiada dusta sumpah ku cinta
Sampai ku menutup mata

Cintaku sampai ku menutup mata
Oh tuhan ku cinta dia
Berikanlah aku hidup
Takkan ku sakiti dia
Hukum aku bila terjadi

Aku tak mudah mencintai
Aku tak mudah mengaku ku cinta
Aku tak mudah mengatakan
Aku jatuh cinta

Thursday, May 23, 2013

Jason Mraz-I’m yours




Well you done, done me and you bet I felt it
I tried to be chill but you
But you’re so hot that I melted
I fell right thought the cracks
And now I’m trying to get back

Before the cool done run out
I’ll be giving it my bastes
Nothing’s going to stop me but divine intervention
I reckon it’s again my turn to win
Some or learn some

I won’t hesitate no more, no more
It can not wait
I’m yours

Well open up your mind and see like me
Open up your plans and damn you’re free
Look into your heart and you’ll find love, love, love
Listen to the music of the moment maybe sing with me

Ah la peaceful melody’s
It’s your godforsaken right to be loved love loved love, love
So I won’t hesitate no more, no more
It can not wait
I’m sure
No need to complicate
Our time is short
This is our fate
I’m yours

I’ve been spending way too long checking my tongue in the mirror
And bending over backwards just to try to see it clearer
But my breath fogged up the glass
And so I drew a new face and laughed

I guess what I’m saying is there aim’s no better reason
To rid yourself of vanity and just go with the seasons
It’s what we aim to do
Our name is our virtue

I won’t hesitate no more, no more
It cannot wait
I’m sure
No need to complicate
Our time is short
It can our fate
I’m yours

No ah won’t hesitate no more, no more
It cannot wait
I’m sure
No need to complicate
Our time is short
This is our fate
I’m yours

No please to complicate
Our time is short
This is our fate
I’m yours

Memasang Headline News di Blog


Banyak Cara yang di lakukan para blogger untuk meningkatkan page view, mulai dari membuat daftar isi sitemap, memasang artikel terkait, memasang arsip, dan lain - lain. Kali ini saya akan share tentang Headline News. Headline News bisa sobat liat pada beberapa website yang meletakkannya di bagian atas ( header ), meskipun tak jarang juga di pakai di bawah ( footer).

Bagi sobat yang tertarik
Memasang Headline News di Blog sobat, ikuti langkah - langkahnya..

1. Log in ke akun blog sobat
2. Klik Rancangan

3. Edit Html

4. Letakkan kode berikut di atas kode ]]></b:skin>
#anima_sudut {
position:fixed;_position:relative;bottom:1px; left:0px;
clip:inherit;
_bottom:expression(document.documentElement.scrollBottom+
document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollLeft+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }

5. Kopas kode berikut di atas kode </body>
<div id='anima_sudut'>
&lt;font COLOR=&quot;#000000&quot;&gt;
&lt;B&gt;&lt;MARQUEE onmouseover=&quot;this.stop()&quot; onmouseout=&quot;this.start()&quot; direction=&quot;left&quot; BGCOLOR=&quot;#80ff00&quot; width= 100%px scrollamount=&quot;3&quot;&gt;
| Welcome To My Blog | Rizki-Nanda-Putri.blogspot.com |
&lt;/MARQUEE&gt;&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;
</div>

6. Klik SAVE

Tmbh :
Tulisan yang berwarna biru adalah kode yang bisa sobat ganti.
yang meliputi :
#000000 adalah warna huruf. untuk melihat kode warna klik
di sini!
Left adalah gerakkan dari headline news, sesuaikan dengan keinginan sobat ( Kanan : Right ) - ( Kiri : Left )
#80ff00 adalah warna background.
100% adalah ukuran headline news.

semoga membantu!!!

Wednesday, May 22, 2013

RIO-JENUH



Ternyata hati tak bisa berdusta..
Meski ku coba, tetap tak bisa..
Dulu cintaku banyak padamu..
Entah mengapa kini berkurang..

Maaf ku jenuh padamu..
Lama sudah ku pendam, tertahan dibibirku.,.
Mau ku tak menyakiti..
Meski begitu indah, ku masih tetap saja..
Jenuh…..

Taukah kini kau ku hindari..
Merasakah kau, ku lain padamu..
Cinta bukan, hanya cinta saja..
Sementara kau, merasa cukup..

Maaf ku jenuh padamu..
Lama sudah ku pendam, tertahan di bibirku..
Mu ku tak menyakiti..
Meski begitu indah, ku masih tetap saja..
Jenuh…..

Lama sudah ku pendam, tertahan di bibirku..
Mau ku tak menyakiti..
Meski begitu indah, ku masih tetap saja..
Jenuh…

Terima Kasihku, Bunda


Oh Tuhan...
Terimakasihh..
Telah kau ciptakan seorang peri tanpa sayap itu..
Seorang wanita yang ku sebut Bunda..

Dialah orang yang dapat merubahku dari segenggam asa..
Menjadi bongkahan kristal permata..
Merubahku dari butiran debu..
Menjadi ribuan bintang bercahaya..

Ku tahu..
Tanpa hadirnya aku hanyalah sebuah lilin..
Ditengah badai..
Menanti hingga badai perlahan menghembus api itu..

Dan aku sangat menyayanginyaa..
Karena hanya dialah yang mampu membuatku menjadi diri sendiri..


Terimakasih, Bunda..
Kau segalanya bagiku..

Tuesday, May 21, 2013

Semua Tentang Kita



                Pagi ini adalah hari pertama bagi Raisa masuk ke SMA. Raisa adalah gadis yang unik tapi lebih tepatnya bisa kita bilang aneh, tomboy, kuper, dan super-super gak modis  Dihari pertamanya ini, Raisa berjalan sendiri membawa Nasel hitamnya mencoba menerobos benteng siswa-siswa yang memiliki tujuan yang sama dengannya, ya ke papan pengumuman pembagian kelas.
Raisa      : “Ra.. Ini dia! Raisa Lira Azahra! Yeee.. dapat kelas X.2” (sambil berteriak keluar dari kerumunan siswa yang lain)
(tiba-tiba dia menabrak seoNag lelaki yang melintas di depannya)
Raisa      : “Kalau jalan liat-liat dong” (tegasnya sambil berdiri menarik lengan bajunya)
Ray         : “Yee.. yang nabrak siapa yang marah siapa. Kamu tu yang aneh. Nari-nari di sini!”
Raisa      : “Masalah buat loe. Suka-suka gue dong, emang loe siapa?”
Ray         : “huhh.. Cewek keras kepala!” (gumamnya sambil berlalu meninggalkan Raisa)
Raisa      : “Aku denger tauuu!!” (Sambil meneriaki Ray yang mulai menghilang)

                Tiba-tiba datanglah Nadia yaitu sahabat Raisa, lalu Ia mengajak Raisa untuk menemui saudaranya yang katanya merupakan Ketua OSIS dan cowok terpopuler di sekolah itu.

Nadia    : “Ayolah Sa.. Ikut aku..”
Raisa      : “Enggak ya enggak.”
Nadia    : “Ayooo!!” (Menarik tangan Raisa)
Raisa      : “enggaaak!” (menolak)
Nadia    : “Harus mau!!”
Raisa      : (pasrah mengikuti Nadia)

Raisa dengan malasnya hanya mengikuti Nadia yang sangat bersemangat untuk hal itu. Sesampainya di depan kelas lelaki yang katanya bernama Ray itu, Raisa dan Ray sangat terkejut.

Raisa + Ray: “Kamu?!”
Nadia    : “Loh, udah saling kenal to?”
Ray         : “Haha, iya kami sudah kenal. Si keras kepala ini sahabat kamu to?” (katanya sambil mengedipkan mata kea rah Raisa)
Raisa      : “Ohh.. Ray ini to saudaramu. Teteh ngomong atuh dari tadi.” (Sambil melihat nama di baju Ray, lalu tersenyum)
Nadia    : “Bagus dong kalo gitu, jadi gue gak harus ngenalin kalian lagi. emang sejak kapan kalian kenal?”
Ray + Raisa : “Pagi tadii!” (katanya serempak yang membuat mereka berpandangan lalu mereka berdua tertawa bersama)
Nadia    : “terserah deh.” (katanya bingung akan keduanya)

                Setelah enam bulan, persahabatan antara Nadia dan Raisa makin dekat, apa lagi sekarang bertambah dengan Ray dan Deri yaitu kekasih Nadia. Siang ini, sepulang sekolah Ray seperti biasa pulang bersama Raisa dan Nadia. Namun tiba-tiba datang Deri.

Deri        : “Na.. Ayo, katanya mau pulang bareng aku. Jadi gak?”
Nadia    : “Duhh.. maaf nih, aku lupa. Aku mau pulang bareng Deri. Maaf ya, kalian berdua gapapa kan pulang tanpa aku?”
Ray         : “Ohh.. gapapa kok, Der, Na. Tenang aja, Raisa baik-baik aja kok sama cowok yang ganteng banget kayak aku ini.”
Raisa      : “kok tiba-tiba aku keselek butiran debu ya?” (kemudian semuanya tertawa)
Deri        : “Hahaha.. Pede sih PeDe, tapi gak gitu juga lagi.”
Nadia    : “Hehe, ya udah. Aku titip Raisa ama kamu ya Ray. Kalo nangis, kasih permen aja.”(katanya sambil berlalu)
Raisa      : “Emang aku bayi” (sambil menekuk mukanya)
Ray         : “Idihh.. jeleknya” (menarik pipi Raisa keatas) “Nah kan kalo begini cantik banget”
Raisa      : “hehe.. Bisa aja kamuu.”
Ray         : “Raisaa.. aku mau jujur sama kamu.” (wajahnya berubah serius)
Raisa      : “Eh.. kenapa Ray?”
Ray         : “Sejak dulu aku sudah berusaha menghilangkan perasaan ini, karena aku nggak mau merusak persahabatan kita. Tapi aku gak bisa. Sa… Aku gak bisa kalau lebih lama memendam rasa ini. Aku.. Suka sama kamu..”
Raisa      : (kata-katanya terkunci rapat) “Kamuu.. bilang apa tadi?” (Jawabnya gugup)
(Mereka berdua saling berdiam diri, tiba-tiba Ray menoleh kea rah Raisa. Wajahnya yang serius tiba-tiba berubah)
Ray         : “Ha…Ha…Ha… Raisa.. Raisa.. kamu itu mudah banget sih di bohongin. Udah berapa lama sih kita temenan. Masih percaya aja ama gituan. Huuuuuu…”
Raisa      : (Mendorong Ray dengan bahunya) “Reseekkkk!”

                Kemudian mereka tertawa bersama sambil meninggalkan tempat itu. Ya, seharusnya Raisa tahu, ini lah mereka. Sahabat yang tertawa bersama, sedih bersama… saling berbagii.. dan cukup Raisa simapan perasaan itu.. Raisa sadar tentang itu.

>>> 

Seminggu kemudian, Nadia dan Raisa mengobrol di taman sekolah di temani sebungkus makanan ringan dan beberapa buku yang hanya di pandangi oleh mereka.

Nadia    : “Sa, katanya Ray jadian ya sama Resti?” (melahap makanan ringan yang dimakannya)
Raisa      : “Hah?! Ray? Resti? jadian?”
Nadia    : “katanya sih iya.”
Raisa      : “Resti juara umum yang cantik banget itu?”
Nadia    : “He-em.. Kamu gak cemburu kan” (sambil tersenyum)
Raisa      : “Ye.. ya enggaklah. Buat apa gue cemburu.” (menundukkan kepala ke buku bacaannya)
Nadia    : “Kirain kamu cemburu”
Raisa      : “Enggaklah Nadiot tayaaang. Eh, aku ke kelas dulu ya. Mau ambil sesuatu.”
               
                Raisa tiba-tiba sakit. Bukan karena batuk hingga malam-malam di rindukan tidurnya yang nyenyak. Bukan karena demam yang merajam sel-sel tubuhnya. Bukan karena suhu tubuh yang melonjak drastis berkat virus-virus nakal. Bukan itu! Raisa sakit hanya karena sebuah kenyataan. Ya.. Kenyataan yang menghancurkannya.

>>> 
                Dua hari kemudian, dengan semangat empat-lima nya Raisa menghampiri Nadia yang sedang duduk di tempat duduk favorit mereka berdua.

Nadia    : “Kenapa ente ketawa-ketawa sendiri?”
Raisa      : “Tebak dongg”
Nadia    : “Maksimal ya dapet uang lima ratusan di depan gerbang”
Raisa      : “Ye… Ini lebih bagus ya..”
Nadia    : “Ya apa Raisaa Lira Azahra!”
Raisa      : “Gue… Jadian Sama Romy.”
Nadia    : “Hahh?? Romi??”
Raisa      : “Iyaa.. Romi anak XI IPA 2. Gimana?”
Nadia    : “Ya up to you deh.. Congrate aja ya buat kalian berdua.”
                (tiba-tiba datang Ray)
Ray         : “Pada ngomongin apa sih ini?”
Nadia    : “Ini nih, cucu ke-99 eyang Subur baru jadian ama Romy.”
Ray         : “Raisa?”
Raisa      : “ehh.. Iya Ray. Em, gimana menurut kamu?
Ray         : “Ya gapapa sih. Dia orangnya kan baik. Congrate ya”
Raisa      : “Makasih. Eh tumben kamu gabung sama kami, ntar Resti cemburu kayak kemarin loh?”
Ray         : “Tadi waktu dari perpus dan liat kalian, aku mampir aja. Eh ya, aku ke kelas dulu ya. Bye..”
Nadia    : “Bye..”
               
                Ray pun meninggalkan mereka berdua.

Nadia    : “Sa, kok Ray berubah gitu ya?”
Raisa      : “Heemm. Entahlah Na, tapi kan dia baru jadian sama Resti. Mungkin.. Dia ngejaga jarak biar gak terjadi salah faham kali.”
Nadia    : (hanya mengangguk dan tersenyum)

                Lama-lama persahabatan mereka semakin pudar, entah karena Ray yang menjaga jarak, Nadia yang mulai sibuk dengan les-lesnya. Atau Raisa yang memilih memenuhi waktu luangnya untuk melukis. Tapi hari ini, Ray benar-benar ingin bertemu Raisa. Setelah mencari, ia menemukannya di samping gedung perpustakaan .

Ray         : “Pagi bawel.”
Raisa      : “Ehh.. Ray? Pagi juga.” (sambutnya dengan senyuman hangatnya)
Ray         : “Ternyata disini to kamu tu? Pantes aja tiap aku nyari waktu istirahat kamu gak ada.”
Raisa      : “Hehe.. Kangen nih ceritanya?”
Ray         : “kayaknya sih iya, Hehe. Abis udah lama sih kita gak bareng-bareng. Emang ngapain kamu disini?”
Raisa      : “Biasalah, nggambar-nggambar aja. Abis di kelas bosen, pada sibuk sendiri-sendiri.”
Ray         : “duhh.. kok gambarnya galau gini sih?” (membuka binder yang di pegang Raisa)
Raisa      : “Hehe.. Gak papa lah, kayaknya itu lebih ekspresif aja.”
Ray         : (mengambil selembar kertas yang jatuh ke lantai) “eh.. yang ini bagus banget, boleh gak buat aku?”
Raisa      : “ehh.. itu kan emang.. eh.. iya, iya, iya. Tapi itu kan Cuma gambar hati?”
Ray         : “Iyaa.. tapi aku pengen kamu buat huruf ‘R’ yang bagus di tengahnya.”
Raisa      : “Yaa deh, aku buatin yang bagus khusus buat pakdenya Ustad Solmet nih. Hehe.”

                Kemudian mereka berdua bercanda bersama, sembari Raisa menyelesaikan lukisannya. Hari yang indah.
>>> 
                Pagi ini, Resti meminjam catatan Ray. Tanpa sengaja, ia menemukan gambar itu. Dengan senyumannya, ia menyimpan kertas itu. Namun, esoknya Ray menemui Resti.
Ray         : “Res, tahu kertas yang ada huruf R-nya gak?”
Resti      : “eh.. Itu R buat resti kan?”
Ray         : “Enggak.. please Res, balikin ya. Kertas itu penting banget.”
Resti      : “Emang itu kertas apa sih?”
Ray         : “itu kertas buatan Raisa! Eh.. maksudku itu.. em itu.”
Resti      : “Raisa? Jadi kamu mentingin dia dari aku? Dari dulu, sebenernya aku udah sadar. Kamu tu sayang sama dia.”
Ray         : “Baiklah, aku emang sayang sama dia. Tapi aku sayang sama kamu.”
Resti      : “ya udahlah, kita pisahan aja ya? Aku gak bisa kalau musti nerima ini.”
Ray         : “maafkan aku, res.”

                Di tempat yang berbeda, di saat Romy dan raisa bersama mereka saling mengobrol. Bercanda dan tertawa. Sesekali ada rajukan, tapi inilah cinta.
Raisa      : “Rom, minjem HP bentar dong?”
Romy    : “Buat apa to?”
Raisa      : “Gapapa, minjem aja.”
Romy    : “Ya udah, ini.” (menyerahkan HandPhonenya)
Raisa      : “aku baru sadar, HP mu sama kayak punya Ray.”
Romy    : “Apa iya? Kamu deket banget sih sama dia?”
Raisa      : “Kami kan sahabat.” (tiba-tiba HPnya bergetar) “Ada telpon privat nih. Aku angkat ya?”
Romy    : (mengangguk)
Raisa      : “Halo.. Ini siapa? Loh, aku pacarnya Romy. Nama kamu siapa? Oh, ya dah makasih.”
Romy    : “Siapa Sa?”
Raisa      : “Pacar kamu.”
Romy    : “Maksudnya apa?”
Raisa      : “Itu telpon dari Dina, pacar kamu. Dan intinya, sekaNag kita putus!”
Romy    : “Tapi Sa?”

                Ditempat yang sama, dua remaja sedang terjebak dalam sebuah kegalauan, kegelisahan dan kegagalan cinta. Menangis sambil termenung. Tanpa di sadari, itulah saat cinta yang sesungguhnya akan di pertemukan.

Raisa+Ray : “Aku galauuuu!!”
Raisa      : “Ray?”
Ray         : “Raisa? Ngapain kamu disini?”
Raisa      : “Aku galau, aku baru putus sama Romy. Ternyata Romy mendua. Aku benci dia!”
Ray         : “Sabar ya.”
Raisa      : “Kamu kenapa disini?”
Ray         : “Resti memutuskanku karena dia tahu, aku menyayangimu.”
Raisa      : “Please, ray. Jangan bercanda di saat seperti ini. Gak lucu!”
Ray         : “Ini serius Sa. Ini karena lukisan itu, R sebenarnya inisial dari Raisa. Karena di hatiku hanya ada kamu.”
Raisa      : “Tapi Resti bahkan lebih perfect dibanding?”
Ray         : “Tapi aku suka Raisa yang apa adanya.”
Raisa      : “Aku juga menyayangimu, rasa yang sekian lama ku pendam.”
Ray         : “Raisa, jika engkau mau. Aku ingin engkau menjadi tulang rusukku.”
Raisa      : “hembs.. aku tak tahu, Ray.”
Ray         : “Baiklah, jika kamu mau genggam tanganku. Jika tidak, letakkan jatuhkan tanganku di kursi ini.”
Raisa      : (perlahan menurunkan tangan Ray ke kursi. Tapi sebelum sampai di kursi, ia menariknya) “aku menyayangimu” (tersenyum)
               
                Akhirnya mereka bersatu, setelah sekian lama saling memendam perasaan. Karena cinta itu bagai air, meski dalam perjalanannya mereka lewati sungai, danau, waduk dan kolam tapi pada akhirnya mereka akan tetap bermuara ke hati yang sama. Itulah CINTA.

Friday, May 3, 2013

Coboy Junior - Terhebat


[*]
Hey kawan
Pasti kau dan aku sama, sama-sama punya takut
Takut tuk mencoba dan gagal, tapi….
Hey kawan
Pasti kau dan aku sama, sama-sama punya mimpi
Mimpi tuk menjadi berarti karena

[**]

Harus kita taklukan, bersama lawan rintangan
Tuk jadikan dunia ini lebih indah
Tak perlu tunggu hebat
(Untuk berani memulai apa yang kau impikan)

[***]

Hanya perlu memulai (untuk menjadi hebat raih yang kau impikan)
Seperti singa yang menerjang semua rintangan tanpa rasa takut
Yakini bahwa kamu kamu kamu kamu terhebat

Back to [*][**][***]

Coba cobalah mari kita pasti bisa taklukan dunia dengan mimpi kita
Mari berbagi mari bermimpi bersama kita disini
Yakini kau pasti bisa .
Its CJR in the heart
Dan membuatmu percaya
Kamu terhebat seperti singa

[****]

Tak perlu tunggu hebat
(Untuk berani memulai apa yang kau impikan)
Hanya perlu memulai
(Untuk menjadi hebat raih yang kau impikan)
Seperti singa yang menerjang semua rintangan tanpa rasa takut
yakini bahwa (kamu hebat seperti singa)

Back to [****]

Seperti singa yg menerjang semua rintangan tanpa rasa takut
Yakini bahwa kamu kamu kamu kamu terhebat
Nanaana.. nanana.. naanaana.. naanaana.. naaa..

Don’t Take My Best Friend


Awal cerita di mulai saat ada seorang anak perempuan yang bernama Gisella Andrea Ibrahim atau biasa di panggil Gisell, Gisell tinggal di Kota Bogor, Jawa Barat bersama kedua orang tuanya, Pratiwi Wijaya dan Muh.Ibrahim. Gisell sekolah di SMPN 2 Cahaya Bangsa, Gisell duduk di kelas VII.11, Gisell dimasukkan ke kelas unggulan. Disitulah ia bertemu sahabat barunya yaitu Nickta Maya Anggraini, atau yang kerap di panggil Aini, dia sahabat Gisell yg paling cantik, namun Aini merupakan anak yang pendiam, dia sering terlihat pucat, Aini mempunyai adik yang duduk di bangku SD, adik Aini bernama Aura. Sebelum Gisell bersahabat dengan Aini ia sudah terlebih bersahabat dengan Liona Dwi Kirana, atau yang kerap di panggil Kirana, Kirana merupakan sahabat Gisell yang paling ia sayang, sejak SD Gisell sudah bersahabat dengannya. Kirana merupakan anak konglomerat di Bogor, walaupun ia anak konglomerat (orang kaya) namun ia sama sekali tidak sombong ia bahkan sangat dermawan dan tidak boros.
Pada suatu hari, pada jam pertama Gisell belajar Kimia, Pak Guru membagi mereka menjadi beberapa kelompok, dengan setiap kelompok terdiri dari 4 orang, aku masuk di kelompok 2 yang terdiri dari : Gisell, Kirana, Aini, dan salah seorang anak yang bernama Fauziah Citra Adelia atau yang kerap di panggil Citra. Pada saat praktikum, Aini tiba-tiba pusing akhirnya Kirana mengantarnya ke UKS, Gisell tak ikut mengantar Aini karena ia ketua kelompok, ia tidak mungkin meninggalkan tanggung jawab, jadi ia hanya mengerjakan tugas dan berdoa agar Aini tak apa-apa. Karena memikirkan Aini, Gisell pun tak serius mengerjakan praktikum, dan tanpa ia sengaja, cairan Kimia tumpah ketangannya, Gisell pun panik dan menangis, kemudian Citra yang ada didekatnya langsung membawa Gisell ke UKS diikuti oleh guru dan teman-teman Gisell. Tangan Gisell diobati oleh Citra, ia kagum dengannya walaupun ia tak mengenalnya dia tetap menolongnya.
Saat jam istirahat dengan tangan Gisell yang di balut perban, kedua sahabatku yakni Aini dan Kirana panik dan bertanya “tanganmu kenapa Gisell, kok di perban” Tanya Kirana. “tadi saat praktikum Kimia tanpa sengaja cairan Kimia tumpah ketanganku dan melepuh” jawab Gisell. “tapi kamu nggak apa-apa kan?” Tanya Aini. “nggak apa-apa kok, oh ya keadaan kamu gimana, kamu nggak apa-apa kan? “Tanya Gisell.” “aku cuma sakit kepala biasa kok, aku nggak apa-apa” Jawab Aini. “oh ya siapa yang mengobati dan membawamu ke UKS?” Tanya Kirana. “Citra” singkat Aini. “kita harus berterima kasih padanya karena ia telah mengobatimu, ayo kita cari dia di kantin” ajak Kirana. “ayoo.” kata Aini.
Saat di kantin Gisell, Kirana, dan Aini bertemu dengan Citra dan langsung menghampirinya, “Citra, terima kasih ya, udah nolong aku tadi” kata Gisell. “iya Sell sama-sama” kata Citra. “oh ya kamu mau nggak gabung ama kita?” Tanya Kirana. “boleh..” jawab Citra. Dan sejak saat itu Gisell, Kirana dan Aini bersahabat dengan Citra.
Suatu hari saat di sekolah, Gisell dan sahabat-sahabatnya janjian untuk piknik ketaman. Dan saatnya pun tiba Gisell ke taman dengan hati yang riang, saat sampai di taman Gisell menemui dua sahabatnya Aini dan Citra tanpa Kirana Gisell pun bertanya. “Aini, kok Kirana belum datang?” Tanya Gisell. “akun juga nggak tahu” jawab Aini. “tunggu aja, nanti juga datang kok” kata Citra. Sudah 3 jam meraka bertiga menunggu. Hari pun mulai gelap Kirana belum datang juga, baru kali ini Gisell dikecewain oleh Kirana. Dan akhirnya mereka bertiga pun pulang dengan hati kecewa.
Keesokan harinya, Gisell, Aini dan Citra menunggu Kirana. “duh itu anak kok belum datang sih” kata Citra. Tiba-tiba Kirana datang, namun kali ini ia datang dengan ayahnya dan tidak memakai baju sekolah. “Kir.. lho kok nggak ketaman kemarin dan lho kok juga nggak pakai baju sekolah sih?” Tanya Gisell. “kemarin aku nggak sempat pergi kemarin ayah ku stress karena ia di tipu dan akhirnya bangkrut, jadi aku nemenin Ayahku aku takut terjadi apa-apa sama ayahku, karena itu ayahku mengajakku ke rumah nenekku di Australia untuk melanjutkan hidup, karena ayah ku tak punya apa-apa lagi sekarang, jadi aku akan pindah sekolah ke Australia” kata Kirana sambil meneteskan air mata. “jadi kamu mau ninggalin kami?” Tanya Gisell. “maaf teman-teman aku terpaksa harus meninggalkan kalian, oh ya ayahku udah mau ke Bandara, aku pergi dulu ya teman-teman, jangan lupakan aku” kata Kirana sambil naik ke bus. “selamat jalan Kirana, hati-hati dan jangan lupakan kami juga” kata Citra yang menangis. Akhirnya lonceng berbunyi orang yang biasa duduk di dekat Gisell, pergi meningglakannya.
Sudah hampir 2 bulan Gisell pergi, pada suatu hari Aini mimisan di kelas, hidungnya mengeluarkan darah, akhirnya ayahnya datang menjeputnya, untuk di bawa ke rumah sakit, Gisell dan Citra tak ikut karena mereka harus belajar. Tak lama kemudian lonceng pulang pun berbunyi, Gisell dan Citra bergegas ke rumah sakit, saat sampai ke rumah sakit, “tok.. tok.. tok.” bunyi pintu saat di ketuk oleh Citra. Saat pintu dibuka mereka berdua langsung lari menghampiri Aini yang terbaring lemah di Rumah Sakit, “kamu saki apa Aini?” Tanya Gisell. “aku nggak apa-apa kok” jawab Aini. “nggak apa-apa gimana, kamu aja nggak bisa bangun” kata Citra. Kemudian, seorang suster masuk ke kamar Aini untuk memanggil orang tua Aini untuk menghadap ke Dokter. Saat sampai ke dokter Ibu Aini bertanya “bagaimana dok.. anak saya sakit apa?” Tanya Ibu Aini. “maaf Bu, maaf Pak, sulit untuk mengatakannya, ternyata anak Ibu dan Bapak sakit Kanker Darah Stadium 3” kata Dokter. “apa dokk.. nggak mungkin, anakku nggak mungkin sakit separah itu, nggak mungkin dok” kata Ayah Aini yang tak dapat membendung air matanya. “tapi inilah kenyataannya pak, ini takdir dari Allah” kata Dokter. “Pahh.. Aini Pahh” tangis Ibu Aini.
Kemudian Ayah dan Ibu Aini, masuk ke kamar dengan membawa surat kesehatan Aini dari dokter, Aini bertanya “Mahh, Aini sakit apa Mah?”. “nggak apa-apa nak, kamu sakit biasa karena kecapean” kata Ibu Aini. Ibu Aini tak ingin memberi tahu keadaan Aini sekarang karena ia takut Aini kehilangan semangat untuk hidup. Setelah itu Gisell dan Citra pun beramit pulang ke rumah mereka masing-masing.
4 hari kemudian, Aini pun diputuskan untuk dipulangkan, namun belum diperbolehkan ke sekolah, akhirnya Gisell dan Citra pergi menjenguknya, saat berada di kamar Aini, Gisell tiba-tiba sakit perut dan minta izin ke toilet, saat ke toilet Gisell menemukan surat yang berisi tentang penyakit yang di derita Aini, saat membaca surat itu Gisell sangat bersedih ternyata sahabatnya menderita Kanker Darah Stadium 3. Kemudian Gisell langsung mengambil surat itu. Setelah itu, Gisell masuk ke kamar Aini, setelah beberapa jam Gisell dan Citra berpamit pulang.
2 hari kemudian, Aini pun kesekolah, ia masih terlihat pucat, namun Citra tak ke sekolah karena ia mengikuti suatu lomba jadi dia tidak sempat ke sekoah. Saat jam pelajaran di mulai, Aini lupa membawa buku, jadi ia ingin meminjam buku sama Gisell. “Sell, aku lupa bawa buku nih, aku pinjam buku kamu yah” kata Aini. “oh iya, ambil aja di tas” kata Gisell. Saat Aini membuka tas Gisell, ia melihat kertas yang berisi penyakit yang dideritanya, dan ia pun pingsan saat mengetahui bahwa dirinya mengidap penyakit separah itu. Setelah itu semua siswa di kelas langsung kaget akhirnya Gisell membawa Aini ke rumah sakit dan langsung menghubungi orang tuanya.
Saat sampai di rumah sakit Gisell kemudian menhubungi Citra dan menyuruhnya ke RS, lalu tiba-tiba HP Gisell berbunyi lagi dan ternyata yang menelpon adalah Kirana. “halo Gisell, aku ada di Indonesia sekarang, penipu ayahku sudah di tangkap jadi semua asset-aset ayahku sudah dikembalikan, jadi aku kembali, oh ya kamu di mana aku ke situ aku rindu banget sama kamu, Aini, dan Citra” kata Kirana. “aku di rumah sakit, Aini masuk RS karena menderita Kanker Darah, sedangkan Citra lagi ikut lomba jadi kira-kira ia baru datang sekitar 2 jam lagi” kata Gisell. “Aini sakit… ok aku ke sana secepatnya, sampai jumpa disana” kata Kirana. “iya” jawab Gisell.
Setelah menutup telepon dari Kirana orang tua Gisell pun keluar dari ruang dokter dan langsung memberi tahu saya bahwa Aini harus di operasi karena itu jalan satu-satunya untuk menyelamatkan Aini. Tak lama kemudian Kirana datang bersama ayahnya, dan langsung lari berpelukan dengan Gisell. 1 jam kemudian dokter keluar dari ruang operasinya dan langsung menemui orang tua Aini. “kami sudah berusaha, namun operasinya gagal, dan sekarang Aini koma, kecil kemungkinan ia bisa selamat” kata dokter. “apa dokter Aini…” tangis Ibu Aini. Mereka pun langsung masuk ke kamar Aini, Aini terlihat tidak sadarkan diri, saat di kamar Aini, Citra mengabarkan Gisell kalau ia sudah sedang perjalanan ke rumah sakit. Dan tiba-tiba, Aini sadar dan langsung bangun memeluk ayah dan ibunya, karena itu mereka semua terkejut dan langsung memanggil dokter, saat dokter memeriksanya dokter berkata. “ini mukjizat dari Allah kanker yang bersarang di tubuh Aini hilang dengan sendirinya, dan sekarang Aini sudah sembuh total, dan sudah boleh pulang’kata dokter.. “alhamdulillahh.. Aini..” kata ibu Aini.
Akhirnya mereka keluar dari kamar Aini dan bergegas pulang, namun Gisell, meminta izin kepada orang tua Kirana dan Aini untuk tetap di rumah sakit menunggu Citra, akhirnya orang tua Aini dan Kirana pulang. “akhirnya kita sudah bersama lagi, tapi kok Citra belum datang yah” kata Kirana. Dan tiba-tiba datanglah sebuah mobil ambulance yang berisi mayat Citra yang sudah tak dikenali, akhirnya Gisell, Kirana, dan Aini sangat kaget dan langsung menghampiri mayat Citra. “Citra… bangun Citra, huhuhu” tangis Gisell. Ternyata Citra meninggal karena kecelakaan Bus saat ingin ke Rumah Sakit. Dan akhirnya orang tua Citra datang untuk mengambil Citra.
Keesokan harinya, Gisell, Kirana dan Aini pergi ke rumah Citra, kemudian mereka pun membawa Citra ke pemakaman, “Citra selamat tinggal, terima kasih udah mau jadi sahabatku” tangis Gisell. “Citra terima kasih sudah menemani Gisell dan Aini saat aku pergi” kata Kirana. “Citra terima kasih sudah mendoakanku, menjengukku saat ku terbaring dirumah sakit” kata Aini. Akhirnya mereka bertiga pun pulang ke rumah masing-masing.
2 tahun kemudian Gisell, Kirana dan Aini bertemu dengan Citra. “Citra kamu masih hidup, kok bisa” kata Kirana. “sebenarnya mayat yang kalian temukan bukanlah mayatku, 2 tahun yang lalu seorang nenek menemukanku masih hidup, dan langsung merawatku, karena aku lupa rumahku jadi aku tinggal bersamanya, tapi lama kelamaan aku mulai ingat kalian dan akupun langsung di antar kerumahku” kata Citra. “akhirnya kita sudah bersama lagi dan takkan pernah terpisah” kata Kirana. “iyyaa” kata Aini. Akhirnya Gisell pun juga berkata “Oh Tuhan Jangan Ambil Sahabatku lagi dariku…”. Akhirnya mereka pun menjadi sahabat yang tak terpisah selamanya…