Tuesday, April 23, 2013

Bunda

Kamu
Yang masih mampu tersenyum bahkan saat terluka
Kamu
Yang buatku malu tiap kali ku sadar
Aku bukanlah orang yang tegar sepertimu
Wajah teduh yang seakan tak au jika harus ternodai air mata
Kau memang wanita biasa
Namun kau lebih tegar dari seorang pria
Jika kau sanggup
Mengapa aku tidak?

Monday, April 22, 2013

Islamic Quotes : Shalat

#Hidup anda di awali dengan adzan dan di akhiri dengan shalat. Antara permulaan dan akhiran ini ada sebuah kehidupan yang di beri nama "menjalankan shalat". Lalu, apa hikmah di balik semua ini?

#Dengan tangan anda, anda akan menjadikan rumah anda sebagai surga allah di dunia dengan shalat malam. Maka di dunia ini anda akan hidup bahagia dan sejahtera. dengan shalat malam, anda menghidupkan hati dan anda akan merasakan makna hidup yang sesungguhnya.

#Sesungguhnya shalat adalah cahaya yang terpancar, yang mana cahaya ini berasal dari hatinya orang mukmin. Cahaya ini menyebar di wajahnya dan memantul di anggota tubuhnya. Sebuah cahaya yang diberikan Allah kepada orang-orang yang mengikuti ajaran dan jalan petunjuk-Nya. Sebuah cahaya yang hanya dimiliki oleh seorang mukmin. cahaya ini memancar namun tidak bisa dilihat oleh mata yang memandang. Di hari kiamat nanti, cahaya itu terurai di depan dan di sebelah kanannya orang-orang mukmin.

#Shalat adalah sumber energi bagi jiwa tatkala azam (semangatnya) melemah. Maka, dengan shalat ini frekuensi "energi robbani" dan hubungannya dengan Allah meningkathingga enjadikan dia hidup di dunia dengan jasadnya, namun ruhnya menggantung ke langit.


Siapa yang belum shalat wajib nihh?? shalat yukk.. 

Sunday, April 21, 2013

Kembali Seperti Dulu

Tersenyumlah hatiku
Tersenyum!
Bahagialah hatiku
Bahagia!
Walau aku rasakan retak
Walau aku rasakan rapuh
Habis kikis
Segala cintaku hilang
Terbang
Pulang kembali aku
Kembali seperti dulu
Hilanglah air mata
Hilanglah!
Karena kau hanya menambah lukaku

Persahabatan Bagai Anak Panah dan Nyanyian

Ku lepaskan anak panah ke udara, ia jatuh ke tanah.
Aku tak tahu dimana jatuhnya, karena ia melesat sangat cepat, sehingga pandanganku tak bisa mengikutinya.

Aku nyanyikan lagu ke angkasa, ia jatuh ketanah.
Aku tak tahu dimana jatuhnya.
Siapakah yang memiliki pandangan yang tajam dan kuat, sehingga dapat mengikuti terbangnya lagu itu?

Setelah itu, lama sekali, di bawah sebuah pohon rindang.

Aku menemukan anak panah yang tak patah dan lagu dari awal sampai akhir.

Aku temukan lagi dalam hati sahabatku.

Lirik Lagu Zivilia - Aishiteru 3



Ketika kau marah dan cemburu 
Kau kelihatan begitu cantik 
Walau kadang mengesalkan 
Kau selalu bertanya dan penuh curiga 
Ku tahu kau takut kehilanganku 

Begitupun aku, maafkan yang 
Selalu kasar marah padamu 
Meski tak lagi ada kata 
Cinta terucap, sekedar basa-basi 
Tapi hatiku masih milikmu, milikmu 

Cemburu tanda cinta 
Marah tandanya sayang 
Kalau curiga itu karena ku takut kehilangan 
Kalau dekat bertengkar, kalau jauh ku rindu 
Jadi serba salah, buatku dilema 
Tapi aku selalu aishiteru 

Mengapa kau marah tanpa alasan yang jelas 
Aku tak mengerti, angkuh dan egois 
Acuh tak acuh padaku seakan tak peduli 
Padahal kau butuh perhatianku 

Begitupun aku, maafkan yang 
Selalu kasar marah padamu 
Meski tak lagi ada kata 
Cinta terucap, sekedar basa-basi 
Tapi hatiku masih milikmu, milikmu 

Cemburu tanda cinta 
Marah tandanya sayang 
Kalau curiga itu karena ku takut kehilangan 
Kalau dekat bertengkar, kalau jauh ku rindu 
Jadi serba salah, buatku dilema 
Tapi aku selalu aishiteru 

(japanese) 

Cemburu tanda cinta 
Marah tandanya sayang 
Kalau curiga itu karena ku takut kehilangan 
Kalau dekat bertengkar, kalau jauh ku rindu 
Jadi serba salah, buatku dilema 
Tapi aku selalu ai-aishiteru, selalu ai-aishiteru 


DISCLAIMER : Teks Lirik Lagu Zivilia - Aishiteru 3 di atas adalah hak cipta / hak milik dari pengarang, artis, dan label musik yang bersangkutan. Seluruh media yang tersedia di situs ini hanyalah untuk keperluan promosi dan evaluasi. Jika Anda suka dengan lagu ini , belilah kaset / CD original atau nada sambung pribadi (NSP/RBT)-nya untuk mendukung artis / penyanyi / grup band yang bersangkutan agar terus berkarya untuk kemajuan musik Indonesia.

Friday, April 19, 2013

Drama Sedih : 25 Juni 2012 Itu!



25 Juni 2012 Itu!






17 Juni 2012..
Minggu pagi yang sangat indah. Begitu juga dengan suasana di kota Palembang. Namun, jauh dari itu semua di sebuah Rumah Sakit, terdapat seorang Dokter, seorang Ibu , dan anaknya Kiki. Tampak ibu itu menangis dan Dokter mencoba untuk menenangkannya. Apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka? Daripada penasaran, yuk kita langsung lihat drama ini…

Ibu         : Dokter, bagaimana dengan keadaan anak saya? Dia baik-baik saja kan, Dok?
Dr.Nia   : (Sambil menarik nafas panjang) Maaf, bu. Sebenarnya anak ibu ( Dr. Nia terdiam sejenak )
Ibu         : Anak saya kenapa, Dok? Memangnya dia sakit apa?
Dr. Nia  : Anak ibu mengidap penyakit kanker otak stadium empat, dan mungkin umurnya tak panjang lagi.
Ibu         : Apa? Kanker otak? Stadium empat? Ya Allah, bagaimana ini? (Suara Ibu melemah)

                Lalu Dr. Nia memberikan sebuah kir atau surat keterangan.Tiba-tiba Kiki datang dari ruang periksa Dr. Nia, sambil mencoba tersenyum meski menahan sakit yang Ia rasakan. Namun, senuyum itu menghilang saat ia melihat ibunya menangis didepan Dr. Nia.

Kiki            : Ada apa bu? Bagaimana dengan keadaan Kiki, bu?

ibu tak menjawab dan segera menghapus airmatanya saat sadar ternyata anak sematawayangnya telah berada di sampingnya.

Kiki         : Ibu… ada apa sih? Kenapa  ibu menangis sampai seperti itu? Apa Kiki sakit parah?
Ibu         : Nggak kok, Nak. Kiki baik-baik saja, Cuma sakit ringan.
Kiki         : Alhamdulillah, ibu nggak bohong kan?
Ibu         : (tersenyum)

Akhirnya mereka pulang. Esoknya, tanggal 18 Juni 2012. saat berangkat sekolah Kiki berlari dan tak sengaja menabrak sebuah meja, tiba-tiba sebuah kertas jatuh. Dan ternyata setelah di buka Kiki, surat itu adalah surat keterangan dari Dr. Nia tentang penyakitnya. Dan Kiki langsung terduduk lemas.

Kiki            : ya Allah, apakah ini nyata? Kiki sakit separah ini, tapi kata ibu Kiki hanya sakit biasa. Untuk apa ibu berbohong padaku?

Ibu datang dari arah dapur.

Ibu         : Kiki, maafin Ibu nak. Ibu nggak memberi tahu yang sebenarnya terjadi. Maafkan ibu.
Kiki         : tapi, kenapa ibu nggak ngomong yang sebenarnya sama Kiki?
Ibu         : Ibu gak mau kamu sedih nak.. ( Sambil memeluk anaknya)
Kiki         : (menangis di pelukan ibu)

Disekolah, ketika pelajaran pak Amin, Kiki tampak tak bersemangat dan melamun. Lalu sahabat sebangkunya yang bernama lala bertanya padanya.

Lala        : Oiy mbak, ada apa? Dari tadi ngelamun aja, awas ntar kemasukan setan loh.
Kiki         : eh, em enggak kok, gak ada apa-apa.
Lala        : wah, curiga. Lagi mikirin apa to? Padahal lagi pelajaran pak Amin nih, dan lagi seru-serunya. Jangan-jangan lagi mikirin aku ya? Hehe. (Canda Lala)
Toni       : heh, ribut mulu toh konsent aja ama pelajaran pak Amin tuh.
Riri         : Iya, daripada ntar diceramahi ama pak Amin, mending kalo kultum, lah ini kultuhun. Kuliah tujuh tahun.
Anifa     : iya, itu mah mending. Gimana kalo ntar pak Amin berubah jadi Sumanto trus kita dipotong-potong dan dijadiin sup. Kan pak Amin kalo udah terlanjur marah serem banget. Hiii… atut..
Lala        : haha.. setuju apalagi kalo ntar disup buntut, mantap tu.. Eh, kira-kira pak Amin pinter masak gak ya? Aha, kalo nggak tar tanteku aja yang masak, pasti enak.. (sambil tersenyum membayangkan itu semua)
Anifa, Kiki, Riri, Toni        : Lala…!! (Pak Amin memandang mereka, dan mereka hanya tersenyum)
Anifa     : duh, nyonya kebiasaan banget nih, ngomongnya apa ntar nyambungnya apa, jauh banget.(ngomong dengan nada pelan)
Riri         : Haha, nyonya.. nyonya..
Kiki         : hehe, ush.. udah-udah ntar kita kena hukuman beneran loh.

Setelah itu mereka kembali mendengarkan ocehan pak Amin yang karena dia wali kelas 8, dia selalu ceramah. Dan pak Amin memberi sebuah pengumuman.

P. Amin                : Anak-anak, seminggu lagi kita sudah ulangan semester genap. Kalian harus makin giat belajar, gak boleh lama-lama nonton televisi, maen games, fban, smsan, apalagi pacaran.
Siswa    : Yaelahhh pak..
P. Amin                : Kalo nggak mau ulangan, ya sudah kalian semua tinggal di kelas 8. Gak usah naik kelas.
Toni       : ye, ya nggaklah pak. Kami mah gak mau nggak naik.
P. Amin                : makanya, belajar yang giat dan jangan malu-maluin kelas kita.
Siswa    : Iya pak.
Kiki         : hah seminggu lagi?

Tak seperti biasa, Kiki yang biasanya paling heboh kalau denger kabar ulangan, kali ini dia hanya terdiam. Saat jam selesai, pak Amin menghampiri Kiki dan sahabat-sahabatnya.

P. amin : kamu kenapa Ki, sakit ya mukanya pucat banget dan gak heboh seperti biasanya.
Anifa     : iya nih pak, dari tadi diem aja. Gak biasa banget.
Kiki         : em, enggak papa kok pak, temen-temen. Kiki Cuma lagi nggak enak badan aja.
Riri          : ciyus? Ga bo’ong? Miapa?
P. amin : Riri-riri, pasti korban kartu perdana nih.
Toni       : Betul banget pak. Kebiasaan nih Riri.
Riri          : Hehe, yo’i pak. Kan sekalian mempromosikan konter ibu di rumah. Hehe.
Lala        : Yee.. anak ini, kayak Mail di Upin-Ipin aja. Money, money, and money.
P. Amin                : hehe, udah-udah pak mau ada urusan nih. Kiki beneran nggak papa kan?
Kiki         : Iya pak, kiki baik-baik aja kok.

Seminggu kemudian, tanggal 25 Juni 2012. saat berlangsung ulangan pertama. Kiki tak ada di bangkunya. Sahabat-sahabat Kiki bertanya-tanya. Sepulang sekolah Anifa, Lala, dan cris menemui pak Amin.

Toni       : pak, pak.. Stooop..!
P. Amin                : Ada apa nak? Kok nyampe lari-lari gitu.
Lala        : gini pak, kami mau tanya kenapa sih kok Kiki gak berangkat? Kami kan jadi gak ada bahan contekan.
Anifa     : eh, diem, Pak jadi tau kan kalo kita sering nyontek Kiki.
P. amin : hoo, Kalian itu ternyata.
Toni       : maafin kami pak, hehe. Oya giman masalah Kiki?
P. amin : masalah itu pak juga nggak tau nak, tadi bapak udah coba hubungi ibunya tapi nggak ada jawaban.
Riri         : Lah? Kok bisa gak tau to pak?
P. Amin                : Ya, tapi tadi sih bu Dea yang rumahnya dekat Kiki sempet bilang kalau Kiki sakit. (sambil mengingat-ingat)
Anifa, lala, Toni : sakiiitt??
Riri         : Biasa aja kali.. hah? Sakit?
Lala        : waw? Itukah ekspresi biasa?
P. amin : kok malah ribut to? Oya, jadi gini, bapak ada rencana mau coba lihat Kiki kerumahnya. Apa kalian mau ikut?
Serempak: Pasti pak..!!
Toni       : Kami setuju banget pak.
P. amin : Ya sudah, kalian tunggu bapak ya. Kita berangkat sekarang saja, daripada nanti ditunda-tunda ceritanya manjang.
Anifa     : ya pak.

Akhirnya mereka berempat berangkat ke rumah Kiki, sesampainya di rumah Kiki mereka memanggil beberapa kali.

p. amin : Assalamu’alaikum, bu, Kiki? Ini Pak Amin dan sahabat-sahabat kamu.
Lala        : Te… tante… ki.. kiki…?
Toni       : Kok nggak ada yang jawab ya pak?
Anifa     : lihat tuh, nggak dikunci, apa lebih baik kita masuk saja?
Riri          : apa iya, ya?
(semua terdiam sejenak)
Lala        : eh pak, temen-temen denger tangisan nggak?
P. Amin                : iya, ada apa ya? Ayo kita segera masuk.
Riri          : Suaranya dari kamar Kiki tuh.

Akhirnya mereka masuk, tampak Kiki yang sedang menahan sakit dan Ibunya yang terus menangis.

Riri          : tante… ada apa dengan kiki?
Ibu         : Kiki, Ki.. Kiki sakit, ia mengidap penyakit Kanker otak stadium empat. Dan hari ini kondisinya semakin parah.
Anifa     : Kenapa ibu nggak cerita sama kami bu?
Kiki         : Pak Amin, temen-temen. Maaf ya Kiki dan Ibu nggak cerita, kami nggak mau nanti kalian khawatir.
P. amin : ya Allah, coba Kiki cerita, mending sekarang kita bawa Kiki ke Rumah Sakit.
Ibu         : Tapi kami sudah tak memiliki uang, gaji pensiun dari ayah Kiki yang sudah meninggal tak cukup lagi, uang itu sudah kami gunakan untuk memeriksakan Kiki seminggu lalu.
P.Amin : masalah uang nanti saja yang penting sekarang Kiki sembuh, kalau tidak Kita panggil Dr. Nia   saja. (lalu pak Amin menelpon Dr. Nia  )

Tak berapa lama Dr. Nia datang. Dan sahabat-sahabat Kiki mulai menangis.

Dr. Nia  : Assalamu’alaikum, astaga Kiki?
Ibu         : iya dok, keadaannya makin parah.
Dr. Nia  : Saya akan coba periksa dia.
Kiki         : Dr. Nia, sebentar Kiki mau bicara.
Dr. Nia  : Yayaya, silahkan Kiki sayang.
Kiki         : Ibu, teman-teman, dan pak Amin, maafin Kiki ya kalo selama ini Kiki banyak salah sama kalian. Kalian mau maafin Kiki kan? Sebelum Kiki menutup mata tuk selamanya.
Anifa     : Kiki, jangan ngomong seperti itu. Kamu pasti sembuh ki, pasti sembuh. (sambil memegang tangan kiki)
Kiki         : tapi, Ni. ini sakit banget.
Lala        : Kami nggak mungkin bisa hidup tanpamu Ki. Nggak bisa.
Toni       : Iya ki, kamu sahabat kami yang paling baik.
Kiki         : Kalian semua baik banget, Kiki sayang kalian semua, pak Amin, Ibu, Lala, Anifa, Riri, dan Toni. Hidup Kiki indah banget karena kalian udah ada disini, disisi Kiki. (mencoba tetap tersenyum)
P.Amin : Iya Kiki, kami juga pasti sangat menyayangimu. Kami disini selalu berdoa akan kesembuahanmu.
Riri          : iya Ki, kami bahagia punya sahabat sepertimu.
Kiki         : makasih semua, oya ini ada surat dari Kiki buat kalian semua. (mengambil sebuah kertas dari balik bantalnya)
Lala        : Surat apa ini Ki?
Kiki         : (tersenyum, lalu tiba-tiba nafasnya tak lancar, badannya menegang)
Ibu         : kiki….!! Dr. Nia bagaimana ini.?
Dr. Nia  : (segera mencoba memeriksa badan Kiki)
Toni       : Kiki….??
Dr. Nia  : Inalilahiwainailahirajiun.
Semua  : Kiki…!!!
Ibu         : Kiki, bangun nak. Kiki…!!!
Anifa     : Kiki, jangan tinggalkan kami..

Akhirnya kiki menutup mata untuk selamanya. Kini tak ada lagi senyum manis Kiki yang ada saat hendak meminta sesuatu pada ibu, tak ada lagi canda Kiki saat bersama Sahabat-sahabatnya, tak ada lagi protes Kiki saat di marah pak Amin, kini benar-benar tak ada lagi sosok  Kiki. Dan pak Amin membaca surat dari Kiki.



20 Juni 2012
Dear SahabatQ, Ibu, dan semuanya.

Maafin Kiki, kalau selama ini Kiki sering banget buat kalian kecewa. Mungkin saat kalian baca surat ini, Kiki sudah nggak ada bersama kalian lagi dan mungkin Kiki udah ada bersama bintang-bintang indas di atas sana. Semua, Kiki bahagiaaaaa banget udah bisa kenal sama kalian, makasih ya atas setiap detik penuh arti yang kalian beri ke Kiki. Oya, pasti Kiki bakal kangen banget nih saat-saat bersama kalian,saat Ibu atau guru-guru marah sama Kiki kalau kiki salah, saat Lala ngoceh dengan kalimatnya yang nggak nyambung, Anifa yang selalu ada buat tempat Kiki curhat, Riri yang perhatian dan  selalu saja promosiin konter ibunya, selain itu juga ada Toni yang seru banget diajak ngobrol, disana nanti ada nggak ya yang kaya kalian? Duh, pasti Kiki kangen banget deh, Hehe. Oya, buat Lala, maaf La kemarin sebenernya aku yang pinjem catatan IPA kamu, aku nggak ngaku La soalnya aku lagi malas nyatet IPA. Oya, kalau kamu mau ambil, buku itu ada di meja belajar Kiki, di situ juga ada topi Toni dan buku Pkn Anifa yang Kiki pinjem. Makasih ya udah pinjemin Kiki, kalian tu paliiiiing baik. Ibu, Kiki sayang banget sama ibu. Ada nggak ya sosok kaya ibu disana? Semuanya, Kiki sayang Kalian. J

Salam Sayang, kangen, rindu, perpisahan, dan segalanya










Prizki Aulia

Wednesday, April 17, 2013

Puisi : Sebatas Mimpi

*ASSALAMUALAIKUM*

Alhamdulillah ya, sesuatu banget. saya bisa nge-post lagi di  Blog ini.. Hehehe..
Ohya, ngomong-ngomong kalian pasti pernah kan ngerasa gak pantas jadi sahabat yang terbaik buat seseorang? tentu pernah bukan?
Nah, kali ini saya akan nge-post sebuah puisi persahabatan yang berjudul  "Sebatas Mimpi".
Yukk, sama-sama kita lihatt...
Eiiitttssss... Sebelumnya jangan lupa tinggalkan Komentar yaaa..!!



 SEBATAS MIMPI

 Maaf ku sudah ciptakan kecewa
Tapi sebenarnya ku hanya ingin ukir sebuah cerita

Aku hanyalah orang yang menjemukan
Tetapi terlalu punya mimpi besar
Yang selalu bermimpi menjadi sahabat terbaikmu

Aku memang bukanlah lentera
Yang setia temani gelapmu
Tapi..
Aku adalah lentera yang tanpa sengaja 
Membakarmu

Ku pun bukan sekuntum mawar
Yang dengan keindahannya 
Mampu membahagiakanmu
Tapi..
Aku ini adalah mawar 
Yang melukaimu dengan duriku

Aku ini..
Adalah sahabat yang pernah tersenyum
Ketika kau bersedih
Aku juga sahabat yang pernah bersedih
Saat kau mendapat kebahagiaan

Aku ini..
Tak membuatmu bahagia, tapi terluka
Tak membuatmu tersenyum, tapi menangis
Tak membantumu, tapi merepotkanmu

Egokah aku?
Salahkah aku?
Munafikkah aku?
Dan burukkah aku?
Jika ku berharap jadi sahabat terbaikmu..


Special dedicated to all my best friends
Putri loves you all..

Drama Cinta Season 1


Assalamualaikum 

Haii sobatt!! kali ini saya mau nge-post sebuah teks drama dari saya yang bertemakan kisah cinta. Dimana ada beberapa konflik dan bagian-bagian yang to tweet dan ending yang mengharukan. Semoga kalian suka yaa.. ^^
 
Bunga Terakhir



Siang hari yang sangat terik di kota Lubuk Linggau. Rahma menanti kekasihnya yang bernama Reza di sebuah kursi taman. Ia telah menunggu berjam-jam namun apa yang Ia nantikan tak kunjung datang. Sebenarnya apa yang membuat Reza terlambat? Dari pada penasaran, ikutilah alur cerita drama ini dan kalian akan menemukan jawabannya.. Dan inilah drama ‘Bunga Terakhir’ dari kami!!

Rahma : (berjalan bolak-balik di depan kursi taman) Huft, panasnya.. Aku tak tahu, panas ini karena musim atau memang Lubuk Linggau yang tak bersahabat. (sambil perlahan mulai duduk di kursi taman)
Rahma : (melihat jam tangannya) Reza juga kemana sih. Janji jam 1, tapi sampai jam 4 belum datang.

            Tampak bayangan Reza yang mulai berlari menuju ke tempat Rahma berada. Dengan sempoyongan dia langsung berdiri di depan Rahma.

Reza    : Ma… maaf sayang, aku telat. (sambil mengelap keringatnya)
Rahma : Sebenarnya kamu sayang gak sih ama aku?
Reza    : Sayang lah.. 12 samudera akan ku arungi demimu. 10 benua akan ku kelilingi karenamu. Dan bahkan, badai akan ku lalui juga hanya demi bertemu denganmu.
Rahma : Hellow.. Pertama, apa jumlah samudera dan benua sebanyak itu? Yang kedua jangan lebay deh.
Reza    : Hehe.. gak tau. Emang ada berapa sih? Dan yang pasti aku rela kok ngelakuin semua itu demi kamu.
Rahma : Terus, kenapa kamu gak datang kemarin?
Reza    : Panas..
Rahma : Lah kemarinnya lagi?
Reza    : gerimis..
Rahma : Cuma gara-gara itu aja kamu gak dating?
Reza    : Eh.. em.. okey.. okey.. maafin aku ya.
Rahma : Iya udah deh, aku maafin.. so, sekarang kita mau kemana?
Reza    : (menunjuk ke sebuah café)
Rahma :  mengangguk dan tersenyum.

 Kemudian mereka berdua berjalan menuju ke café. Setelah beberapa menit berbincang-bincang di dalam café, tiba-tiba handphone Reza berbunyi.

Reza    : Sebentar ya, say. Ntar aku kesini lagi kok.
Rahma : Iya (sambil tersenyum)

            Kemudian, Reza berjalan cepat menuju keluar café. Rahma hanya melihat kekasihnya yang tampak sangat asyik mengobrol dengan entahlah siapa. Terkadang, muncul fikiran negative Rahma. Namun, ia selalu mencoba untuk menghilangkan fikiran buruk itu. Akhirnya Reza pun kembali, dan tersenyum kepada Rahma.

Reza    : Maaf, lama ya nunggunya?
Rahma : Oh.. nggak juga kok. by the way, siapa sih tuh?
Reza    : eh.. em itu loh si Arga Pratama temen band aku. Katanya sih mau ngajak ke.. Kemana tuh? Ah.. iya, ke Prabumulih. Mau ngobrol sama salah satu band disana. Hitung-hitung nambah temen buat nambah informasi buat nge-band gitu. (tersenyum)
Rahma : Kapan tuh?
Reza    : e.. kapan ya.. tadi Arga-nya belum ngasih kepastian kapan pergi.
Rahma : Oh.. gitu. eh ya, udah hampir jam 5 nih. Ntar kesorean loh. Aku juga lagi banyak tugas, takutnya tar gak selesai. Pulang yuk.
Reza    : Okey, cantik. Kita pulang sekarang aja ya.. kamu tunggu aja bentar, aku mau bayar dulu. (tersenyum kearah Rahma)
Rahma : Iya..(balik tersenyum)

            Mereka pun pulang. Rahma diantarkan Reza hingga depan rumah, disana entah mengapa, ia kembali mengingat betul, terakhir kali Reza mengajaknya berboncengan. Ia ingat ia bersama Reza berjalan melewati persawahan dengan daun-daun padi yang hijau atau terkadang menguning, daun-daun yang bergoyang di tiup angin. Suasana saat itu bahkan jauh lebih akrab, tak seperti sekarang yang saling diam. Apa yang sebenarnya nterjadi pada Reza?

            ***

            Esoknya, sore hari di sebuah tempat wisata di Lubuk Linggau. Sahabat Rahma dan Reza, ya mereka adalah Mala dan Awan. Mereka sedang berjalan-jalan menikmati indah dan sejuknya tempat itu, namun tiba-tiba Mala melihat sahabatnya, Nanda yang tampak sedang bersama dengan seorang lelaki.

Lala     : Nanda?
Nanda : eh.. ada Mala.
Lala     : Nanda, aku gak nyangka lo bisa bertemu kamu disini sama (kemudian Reza menoleh) Reza?!
Reza    : Eh.. Kamu, La.. ngapain disini?
Lala     : Apa sih maksud kamu, Za! Kalian pacaran gitu?! Tapi, kamu kan masih sama Rahma.!
Nanda : Rahma tu siapa? Siapa, Za?!
Lala     : Rahma itu pacar Reza. Udah tau kan sekarang? dan kamu juga Nan, Jadi cewe kegatelan banget. Nikung cowo orang.
Nanda : Hey, kalau punya mulut dijaga ya. Reza udah lebih dulu sama aku! Daripada sama Rahma siapalah itu! Please deh La. Gak usah ikut campur.
Lala     : Oh.. gak bisa, lo tu gak punya perasaan. Jauhin Reza sana. Aku sahabatmu, tapi aku tahu Reza sama Rahma udah lama banget pacaran. Dasar cewe jaht lo!
Nanda : Terus.. masalah gitu buat lo!! Lagian lebih cantikan gue dari pada  sahabat lo tu, siapa tadi? Ah ya si Rahma! Emangnya kalo dia pacaran ama Reza gue musti koprol sambil bilang Reza jahat gitu? gak deh, pasti Reza lebih milih gue.
Lala     : Jaga kata-kata lo ya, Nan! (Akhirnya mereka saling memukul)
Awan   : Udaaaahhh!!! Kalian berdua diem. Kamu juga, Reza! Tega banget sih kamu jadi cowo, nyelingkuhin Rahma dibelakangnya! Tapi inget ya Za,  Rahma mencintaimu lebih dari dia. (menunjuk Nanda) Udah yuk La, kita pergi aja, bisa naik darah kita ngurusin mereka.
Reza    : tapii Wan…!!

            Namun Awan dan Mala tak merespon lagi. mereka sudah pergi dengan rasa marah akan perbuatan Reza. Sesampainya di depan rumah Mala, Aji dan Mala berbincang sebentar.

Lala   : Apa ya yang harus kita lakuin? Aku gak tega ngeliat Rahma di gituin.
Awan : Tapi, kalau kita katakan yang sebenarnya pada Rahma, aku yakin dia takkan percaya.
Lala   : Huft, aku nyerah deh. Kayaknya kita diem aja. Biar Rahma tau sendiri bagaimana Reza dibelakangnya.
***
Seminggu kemudian, Reza membuat janji dengan Rahma. Saat ini, Reza sudah memutuskan hubungannya dengan Nanda. Ia ingin benar-benar melupakan Nanda dan takkan melakukan lagi hal yang sama.
Setelah Reza menunggu 10 menit. Datanglah Rahma dengan senyuman khasnya. Kemudian ia duduk di sebelah Reza. Kemudian Reza memberikan setangkai bunga untuk Rahma.

Reza    : Kamu suka gak bunganya?
Rahma : Wah.. suka banget. Makasih ya.
Reza    : Eh ya, kamu tahu gak kenapa baru jam segini udah mendung?
Rahma : Kan udah biasa. Emangnya  kenapa sih?
Reza       : Mau tau kenapa? Sebenarnya sih karena mataharinya malu, ada yang lebih bersinar di banding dia. Yaitu kamuu..
Rahma   : Ah, kamu bisa aja Za.

            Namun, tanpa di duga-duga. Tiba-tiba Nanda muncul dari belakang mereka berdua, dengan sangat marah.

Nanda  : Hey, kamu ya yang namanya Rahma?!
Reza    : Nanda, apa lagi yang kamu mau!
Nanda : Maaf ya, Za. Aku udah gak ada urusan lagi sama kamu, tapi sama cewe kamseupay bin gila ini!
Rahma : Maaf, kamu siapa ya?
Nanda : Udahlah, gak penting aku siapa. Tapi gara-gara kamu Reza mutusin aku! Dasar kamu, cewe tega! (sambil menarik Rahma untuk berdiri)
Rahma : Oh, jadi anda kekasih Reza? Eh.. em, maafin Rahma ya, Rahma gak tahu.
Reza, kalau begini Rahma pergi saja ya. Em. Moga-moga Reza bahagia sama mbak ini. Rahma Cuma mau bilang, Rahma sayang banget sama Reza. (menangis dan hendak pergi)
Reza    : (menarik tangan Rahma) Tapi, Ma. Hanya kamu yang ku sayang. Aku udah gak ada hubungan apa-apa lagi sama dia.
Rahma : Oh.. hehe. Sekarang, Reza mau pilih Rahma atau dia?! Juju raja ya Za. gak papa kok, kalau kamu masih sayang sama dia Rahma ngalah. Makasih banget udah hadir di hidup Rahma.
Nanda : Udah! Hentikan semua ini! Dan kamu, pergi dari sini! (menarik tangan Rahma dan mendorong Rahma ke arah dinding)
Rahma : Aduhhh!!
Reza    : Rahmaaaaaa!!!
Rahma : Ya Allah, darah?
Reza    : sayang, maafin aku selama ini ya. Reza udah selingkuhin Rahma. Rahma boleh kok marah sama Reza. Emang Reza yang salah.
Rahma : Gak papa kok Za. Rahma tetep sayang sama Reza. Apapun alasannya. Ngeliat Reza senyum aja aku udah bahagia banget.
Reza    : Maaf bidadariku, aku tak bisa memilikimu dan menjagamu dengan baik.
Rahma : Tidak ada yang mampu mengubah takdir, dan maafkan kesalahan Rahma selama ini. Aku akan menunggumu di surga...
Reza    : Rahmaaa… I LOVE YOU! Please, jangan tinggalin aku!

Kemudian Nanda hendak berlari, namun Reza menarik tangan Nanda.

Nanda : Rezaa… maafin Nanda, Nanda gak sengaja. Ampun Za.
Reza    : (Menampar Nanda) Kamu tu cewe gila Nda! Aku nyesel pernah kenal kamu! Sekarang kamu pergi dari sini dan jangan pernah kembali di kehidupanku. Dasar Cewe pembawa sial!
Nanda : Ampun.. (Berlari meninggalkan Reza)
            Akhirnya Rahma tak ada lagi di dunia ini. Ya Tuhan, bagaimana mampu Reza melupakan Rahma. Orang yang sebenarnya paling ia sayangi. Saat semuanya harus hancur karena kesalahannya. Dan, apalah yang kini ia fikirkan? Menyesali perbuatannya? Terlambat, semua sudah terlambat…

Reza    : Sayang, kembalilah! (mengambil bunga mawar dari tangan Rahma)

            Tak akan ada yang menyangka, bunga itu adalah bunga terakhir yang di berikan Reza kepada Rahma. Bunga mawar indah yang di berikan Reza kini ikut berlumur darah.. tak mungkin ia lihat lagi senyum Rahma seperti saat Rahma mendapatkan bunga itu. Mungkin bunga itu seperti Reza. saat melihat mereka berdua, takkan satu pun menyangka ternyata dibalik keindahan mawar itu, ada duri yang sungguh melukai Rahma.


!!Terima Kasih atas Kunjungannya dan Jangan Lupa Tinggalkan Komentar!!